Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian cerah, 17.8 ° C

Suara Tembakan Saat Tarawih di Masjid London Timur

Tim Pikiran Rakyat
null
null

LONDON, (PR).- Tembakan terjadi di salah satu masjid di London Timur pada Kamis pukul 22.45 waktu setempat atau Jumat 10 Mei 2019 pagi WIB . Polisi mengatakan bahwa tembakan yang terjadi berasal dari pistol kosong.

Polisi telah melakukan penyelidikan segera atas insiden tembakkan tersebut. Pihaknya mengungkapkan bahwa peristiwa tembakkan tidak ada sangkut pautnya dengan tindakkan terorisme. Tidak ada yang terluka dalam insiden penembakkan tersebut.

Peristiwa bermula saat seorang pria memasuki masjid di High Road di Seven Kings,London. Namun pria tersebut berusaha dikeluarkan oleh orang-orang dari dalam masjid, kemudian terdengarlah suara tembakkan.

Dilansir dari Theguardian.com, Mufti Suhail, imam Masjid Seven Kings, mengatakan bahwa ada seorang pria asing yang memasuki masjid saat salat tengah berlangsung. “Tersangka lari dari tempat kejadian ketika dihentikkan oleh beberapa orang yang tengah berjaga di masjid,” ungkapnya.

Kepolisian mengatakan bahwa pihaknya dihubungi pada pukul 22.45 pada hari Kamis, waktu setempat untuk laporan bahwa seorang pria, yang diyakini memiliki senjata api, telah memasuki sebuah masjid di High Road di Seven Kings.

Pria itu diantar keluar gedung oleh orang-orang yang ada di dalam. Suara tembakan kemudian terdengar. Petugas kepolisian termasuk petugas yang khusus menangani senjata api turut hadir untuk memburu tersangka dan menyelidiki insiden ini.

Dari hasil penyelidikan kepolisian mengungkapkan bahwa tidak ada yang mengalami cedera ataupun kerusakan bangunan. “Pada tahap awal penyelidikkan ini, bukti balistik yang diperoleh dari tempat kejadian menunjukkan bahwa senjata tersebut merupakan pistol kosong,” ungkap kepolisian.

Meski demikian, polisi akan tetap berjaga di tempat kejadian demi mengawasi jika ada hal-hal yang mencurigakan. Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa akan terus bekerja sama dengan pihak perwakilan masjid tersebut.

Pihak polisi juga memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat setempat. Dalam insiden yang terjadi bertepatan di bulan Ramadan ini, tidak ada penangkapan dan penyelidikan yang berlanjut oleh pihak Kepolisian. Masyarakat muslim terus melakukan upaya demi meningkatkan keamanan di masjid-masjid setelah terjadinya peristiwa penembakkan di Christchurch. (JT-Yuli Yulianti)***

Bagikan: