Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15.9 ° C

Facebook Didesak Berpisah dari Whatsapp dan Instagram

Tim Pikiran Rakyat
null
null

WASHINGTON, (PR).- Perusahaan Facebook langsung menolak usul co-foundernya, Chris Hughes, pada hari Kamis, 9 Mei 2019, untuk membagi perusahaan menjadi tiga perusahaan berbeda. Sementara itu, anggota parlemen mendesak Departemen Kehakiman Amerika Serikat untuk menginvestigasi kemungkinan monopoli di tubuh perusahaan Facebook.

Dilansir dari Reuters, kini perusahaan media sosial terbesar itu berada di bawah pengawasan peraturan seluruh dunia, khususnya pada praktik data sharing, hate speech, dan hoax/ disinformasi. Beberapa anggota parlemen Amerika, mendorong tindakan untuk memisahkan perusahaan-perusahaan teknologi besar, serta peraturan privasi federalnya.

"Kami adalah warga negara dengan tradisi yang menentang monopoli, tidak peduli niat baik para pemimpin perusahaannya. Kekuasaan Mark belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak mencerminkan seorang Amerika," kata Hughes, mantan teman sekamar Mark Zuckerberg, Kepala Eksekutif, juga pendiri Facebook. Ia menuliskannya dalam artikel yang panjang, pada kolom opini di New York Times.

Seperti yang diketahui, media sosial Facebook memiliki lebih dari 2 miliar pengguna. Selain itu Whatsapp, Messenger dan Instagram, masing-masing digunakan oleh 1 miliar orang. Facebook membeli Instagram pada tahun 2012, dan Whatsapp pada tahun 2014 lalu.

Facebook menolak permintaan Chris Hughes, yang meminta agar Whatsaap dan Instagram, dibuat menjadi perusaan terpisah. Ia juga mengatakan bahwa Facebook seharusnya fokus mengatur regulasi di internet. Sementara itu, Zuckerberg akan menuju Paris pada Jumat, 11 Mei 2019 untuk membahas regulasi internet, dengan Presiden Perancis, Emmanuel Macron.

"Facebook setuju dengan kesuksesan, yang akan menciptakan akuntabilitas. Tetapi Anda (Hughes) tidak menegakkan akuntabilitas dengan meminta perusahaan sukses Amerika ini untuk berpisah," kata juru bicara Facebook, Nick Clegg, dalam sebuah pernyataan dilansir dari Reuters.

"Akuntabilitas perusahaan teknologi hanya dapat dicapai melalui pengenalan regulasi baru untuk internet. Itu yang disebut-sebut oleh Mark Zuckerberg", lanjutnya.

Pada Kamis waktu setempat, senator Amerika, Mike Crapo, dari Partai Republik, yang juga duduk di komite perbankan, dan Sherrod Brown, dari Partai Demokrat meminta Facebook untuk menjawab pertanyaan tentang potensi sistem pembayaran berbasis kriptokurensi menggunakan jaringan sosial dan pengumpulan datanya.

Dalam surat tersebut, mereka juga menanyakan tentang privasi konsumen dan informasi tentang kelayakan kredit pengguna.

Selain itu, senator, Richard Blumenthal, dari partai Demokrat, mengatakan kepada CNBC bahwa Facebook harus dipisahkan. Ia juga menambahkan jika Divisi Anti-monopoli, Departemen Kehakiman, perlu memulai penyelidikannya.

Undang-undang anti-monopoli sulit dijalankan dalam kasus ini, karena pemerintah harus membawa perusahaan ke pengadilan dan menang. Kasus memisahkan perusahaan ini jarang terjadi, namun pernah terjadi pada Standard Oil dan AT&T yang menjadi contoh kasus terbesar. (JT-Andryvho Fau, dilansir dari Reuters)***

Bagikan: