Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.5 ° C

Topan Kenneth Porak-Porandakan Mozambik

Huminca Sinaga
*/THEINDEPENDENT
*/THEINDEPENDENT

MAPUTO, (PR).-  Serangan topan Kenneth tewaskan lima orang di Mozambik. Para ahli mengatakan, badai masih bisa bergerak kembali ke laut dan lebih intensif lagi, ketika permukaan air naik.

Dilansir laman The Guardian, Minggu, 28 April 2019, pemerintah Mozambik mendesak warganya untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada hari Sabtu setelah terjangan topan Kenneth, khawatir akan adanya banjir dan tanah longsor di hari-hari ke depan ketika hujan lebat menghantam wilayah tersebut.

Pemerintah mengatakan, setidaknya lima orang tewas akibat topan Kenneth. Badan penanggulangan bencana Mozambik mengatakan satu orang tewas di kota Pemba dan yang lainnya di distrik Macomia yang terhantam keras, sementara penduduk di Pulau Ibo mengatakan dua orang tewas di sana. Rincian kematian kelima belum dapat diketahui.

220km/jam

Hampir 3.500 rumah di bagian paling utara provinsi Cabo Delgado di negara itu sebagian atau seluruhnya hancur, dengan pemadaman listrik, beberapa jalan terhambat, dan setidaknya satu jembatan kunci runtuh.  Beberapa sekolah dan pusat kesehatan rusak.  Hampir 700.000 orang menghadapi berbagai risiko, karena banyak orang dibiarkan berada di tempat terbuka dan kelaparan ketika air naik.

“Ada jalur kehancuran yang sangat intens di mana angin pertama kali berdampak di distrik-distrik pesisir,” ujar Nicholas Finney, ketua tim respons bencana di organisasi Save the Children, setelah mengunjungi distrik Macomia. 

Tim Save The Children menemukan banyak warga setempat syok karena daerah tersebut sebelumnya belum pernah terhantam angin topan. Otoritas BMG setempat mengatakan, hujan  diperkirakan akan terjadi untuk beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, kata Finney, badai Kenneth berpotensi bergerak kembali ke laut dan lebih intensif lagi. "Sejujurnya ini tidak terlihat bagus," katanya tentang risiko banjir.
 

Ketika permukaan air naik, otoritas Mozambik meminta penduduk di distrik Mecufi dan Chiure serta beberapa bagian dari distrik Macomia dan Muidumbe untuk mencari tempat yang lebih tinggi.  Beberapa sungai di wilayah tersebut telah meluap di masa lalu, khususnya pada tahun 2000.

Topan Kenneth menerjang Kamis malam, hanya enam minggu setelah Topan Idai menerjang Mozambik tengah dan menewaskan lebih dari 600 orang. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah yang tercatat bahwa negara Afrika selatan telah dilanda dua topan dalam satu musim, menyoroti kekhawatiran mengenai perubahan iklim.

Sisa-sisa Topan Kenneth, yang membawa kekuatan badai kategori-4, dapat menurunkan hujan dua kali lebih banyak daripada Topan Idai bulan lalu, kata program dunia PBB. Beberapa prakiraan cuaca memperingatkan hujan deras sebanyak 250 mm, atau sekitar seperempat dari rata-rata curah hujan tahunan untuk wilayah tersebut.

Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah melaporkan kerusakan parah di provinsi Cabo Delgado, dengan komunitas Macomia, Quissanga dan Mocímboa da Praia menjadi perhatian utama.

Komunikasi tetap sulit di beberapa daerah karena pihak berwenang dan kelompok-kelompok bantuan bergegas untuk menilai kerusakan, terutama di komunitas yang lebih jauh di sebagian besar wilayah pedesaan.

"Situasinya tidak lebih buruk berkat pekerjaan peningkatan kesadaran oleh pemerintah setempat," kata badan manajemen bencana Mozambik, ketika memposting foto-foto bangunan di mana atap logam telah hancur.  Foto-foto lain dari Macomia menunjukkan rumah berdinding lumpur yang telah hancur, sebuah bus yang tampaknya telah tergelincir dari jalan dan tiang listrik yang terguling.

Orang-orang yang kehilangan tempat tinggal berusaha menambal tempat berlindung dari hujan. "Saya mencari seseorang untuk meminjamkan saya beranda sehingga saya bisa membersihkannya dan tinggal bersama keluarga saya," kata seorang penduduk Macomia, Wild Eusebio, kepada kantor berita Portugal Lusa.

Keluarga lain yang terdiri dari 13 orang, termasuk delapan anak, tinggal di tenda plastik yang dibuat seadanya, kata laporan itu.***

Bagikan: