Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 30 ° C

Polisi Penjarakan Burung Beo, Diduga Berkomplot dengan Pengedar Narkoba

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi burung beo.*/TAMAN MARGASATWA RAGUNAN
FOTO ilustrasi burung beo.*/TAMAN MARGASATWA RAGUNAN

BRASILIA, (PR).-  Saat merangsek kawasan di Brasil Utara yang menargetkan pedagang narkoba, polisi turut  menahan seekor burung beo. 

Seperti dilansir The Guardian, Kamis 25 April 2019,  burung tersebut diajarkan untuk memperingatkan pelaku kejahatan terhadap operasi polisi di Vila Irmã Dulce, sebuah komunitas miskin di ibukota negara bagian Piauí. Sang burung akan berseru, “Mama, polisi!” ketika dia melihat petugas kepolisian.

Beo yang belum disebutan namanya itu ditangkap pada Senin sore hari ketika petugas menyerbu tempat berkumpul penikmat obat terlarang yang dijalankan oleh sepasang warga lokal.

“Dia (burung beo itu) pasti sudah dilatih untuk menjadi alarm peringatan,” ujar sorang polisi yang terlibat dalam operasi tersebut. “Begitu polisi mendekat, langsung dia menjerit, ‘Mama, polisi!’” Sang petugas meniru teriakan burung beo itu ketika menceritakan kepintaran hewan aves tersebut.

Selasa lalu seorang jurnalis Brasil berhadapan langsung dengan beo yang ‘dipenjara’ itu. Ia menggambarkan sang burung sebagai makhluk yang “sangat taat” – meskipun dia tak bersuara sama sekali semenjak “ditahan”.

“Sejauh ini dia tidak bersuara sama sekali… Benar-benar membisu,” ujar sang reporter.

Alexandre Clark, dokter hewan setempat, membenarkan bahwa sang beo tidak mau bekerja sama dengan polisi: “Sudah banyak petugas yang mendekatinya, tapi tetap dia tidak mengatakan apa-apa.”

Globo, seorang penyiar Brasil, mengatakan bahwa papagaio do tráfico (beo pengedar narkoba) telah diserahkan ke kebun binatang setempat. Di sana dia akan menghabiskan tiga bulan belajar terbang sebeluh dilepaskan ke alam.

Sang burung bergabung dalam daftar hewan yang terlibat dalam perdagangan obat-obatan di Brasil. Daftar itu terus bertambah, meski sebagian besar hewan yang terlibat adalah reptil.

Pada tahun 2008, polisi menangkap dua ekor alligator kecil dalam penggerebekan di sebuah favela (suatu wilayah dimana warganya berpendapatan menengah ke bawah) di Rio de Janeiro Barat. Petugas mengklaim gangster lokal memberi mayat dari musuh-musuh mereka untuk dimakan kedua reptil itu. Namun, ayah dari salah satu gangster yang dituduh, menolak tudingan tersebut. Ia mengatakan, putranya pernah mencoba hal itu – tapi para alligator itu menolak memakan mayat musuh anaknya itu.***

Bagikan: