Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Dua Perguruan Tinggi Islam di Bogor Kerja Sama dengan Rusia

Vebertina Manihuruk
FOTO ilusrasi halal centre.*/KEMENAG.GO.ID
FOTO ilusrasi halal centre.*/KEMENAG.GO.ID

London, (PR).- Dua perguruan tinggi Islam di Bogor, Jawa Barat, yaitu Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Rusia (RIU). Perjanjian kerja sama telah ditandatangani di RIU, Kazan, Rusia, Rabu, 24 April 2019.

Menurut Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, Enjay Diana, seperti dilansir dari kantor berita Antara, perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani Rektor RIU Rafik Mukhametahin, Rektor STEI Tazkia Murniati Mukhlisin, dan Indriya Rusmana yang mewakili Rektor UIKA, Bahruddin.

Kerja sama itu berupa kesepakatan untuk mempromosikan, mengembangkan, dan memperkuat kerja sama pendidikan dan ilmu pengetahuan yang saling menguntungkan. Antara lain pertukaran staf, pengajar dan mahasiswa, penelitian dan publikasi bersama, mengelar seminar, konferensi dan workshop bersama, serta kerja sama lainnya yang menjadi perhatian bersama.

Rafik Mukhametahin menyampaikan kegembiraannya dapat menjalin dan mengembangkan kembali kerja sama dengan perguruan tinggi Islam di Indonesia setelah beberapa tahun terakhir terhenti. Kerja sama dengan Indonesia dinilainya sangat penting, seperti yang telah dirintis sejak 2009.

Pada 2009, Rafik Mukhametahin berkunjung ke Indonesia menjalin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu kerja sama yang dicapai adalah pengiriman mahasiswa RIU untuk belajar di Indonesia dalam program magister, antara lain di UIN Malang. Dua orang lulusan UIN Malang saat ini pun ada yang bekerja sebagai pengajar di RIU.

Edukasi dan Sosialisasi pengembangan industri halal

ILUSTRASI wisata halal.*/DOK. KABAR BANTEN

Sementara itu, Murniati Mukhlisin mengatakan, kerja sama antarperguruan tinggi itu dilandasi pada Tridharma Pendidikan, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ia berharap terdapat pertukaran dosen dan mahasiswa, double degree, bimbingan mahasiswa dan riset bersama, termasuk pendidikan ekonomi syariah.

“Kami siap menerima mahasiswa dari RIU untuk belajar di STEI Tazkia, bahkan mulai tahun pelajaran baru mendatang,” ujarnya.

Ia pun menyatakan sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Kazan. Menurutnya, industri halal terutama makanan halal, pakaian muslim, dan keuangan syariah sedang menjadi perhatian di Rusia. Selaku pionir dalam pergerakan keuangan syariah di Indonesia, STEI Tazkia siap bekerja sama dengan Rusia dalam edukasi, sosialisasi dan persiapan SDM untuk pengembangan keuangan syariah dan industri halal.

RIU adalah salah satu perguruan tinggi Islam di Rusia yang didirikan tahun 1998. Saat ini, RIU memiliki Fakultas Teologi yang didalamnya memiliki jurusan teologi, linguistik, jurnalistik Islam, ekonomi Islam, dan pembelajaran jarak jauh.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi, yang hadir menyaksikan penandatanganan perjanjian ini mendorong pengembangan kerja sama antar perguruan tinggi kedua negara. Kerja sama tersebut turut mendekatkan hubungan kedua bangsa dalam segala bidang.

Delegasi STEI Tazkia dan UIKA Bogor berada di Kazan, Republik Tatarstan, Federasi Rusia dalam rangka mengikuti “Russia Halal Expo 2019”. Expo tersebut merupakan bagian dari The XI International Economic Summit “Russia-Islamic World: KazanSummit 2019” yang berlangsung dari tanggal 24-26 April 2019.***

Bagikan: