Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Wanita Muslim Hadapi Pengunjuk Rasa dengan Cinta

Tim Pikiran Rakyat
SHAYMAA Ismaa'eel/BOREDPANDA
SHAYMAA Ismaa'eel/BOREDPANDA

WASHINGTON, (PR).-  Pada Minggu 21 April 2019 lalu, seorang wanita muslim bernama Shaymaa Ismaa'eel (24) menghadiri sebuah konferensi Islam di Washington DC. Ia menjadi sorotan atas sikapnya menanggapi pengunjuk rasa penentang Islam dengan sebuah senyuman.

Saat itu, sekelompok pengunjuk rasa dengan emosi mengangkat tinggi tulisan penentangan terhadap agama Islam. Mereka berteriak jika mereka akan pergi ke neraka. Sebagai seorang muslim, Ismaa'eel kemudian menanggapinya dengan berjongkok di hadapan pengunjuk rasa sambil tersenyum memberikan tanda perdamaian.

Hal ini ditunjukkannya melalui sebuah postingan di akun instagram pribadi milik Ismaa'eel (@shaymaadarling). Foto tersebut berhasil mendorong curahan dukungan dari berbagai pihak untuk Ismaa'eel.

"Saya ingin mereka melihat senyum di wajah saya, dan melihat betapa bahagianya saya menjadi saya (muslim) dan berjalan sebagai seorang wanita Muslim," Tulisnya. "Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kita akan tetap baik dalam kondisi seperti ini dan tidak akan pernah menyesalinya (menjadi muslim), lalu terus menyebarkan cinta di hadapan kefanatikan."

Konferensi yang dihadirinya adalah konvensi Lingkaran Islam Amerika Utara (ICNA). Sebuah pertemuan yang didedikasikan untuk mempromosikan Islam di Amerika Serikat dan selalu berhasil menarik ribuan peserta setiap tahunnya.

Awalnya, Ismaa'eel melihat para demonstran tersebut pada Sabtu 20 Aril 2019. Kemudian ia berulang kali melewati mereka karena tiba-tiba saja selalu memikirkan mereka.

"Wajahku bersinar ketika melihat mereka lagi, karena aku ingin mereka melihat kegembiraanku," katanya. "Aku hanya berharap mereka bisa mendengar semua cinta tersebar di dalam konferensi daripada protes di luar sana."

Dilansir dari The Guardian, Ismaa'eel menuturkan bahwa di negara tetangga tempatnya dulu tinggal, ia dan banyak temannya yang memakai jilbab selalu dilecehkan dan kadang-kadang merasa tidak aman. Saat ini, ia melihat pengunjuk rasa seperti masa lalunya tersebut.

"Hari ini, kita menjadi semakin menyesal, dan sekarang kita sudah tidak takut lagi," katanya. "Hari ini lebih dari sebelumnya kita menyadari perjuangan kita dan kita ingin membela diri kita sendiri."

Ismaa'eel mengatakan dalam lokakarya yang dia hadiri sebelum menghadapi para pemrotes. Para peserta membahas penembakan di Selandia Baru yang menewaskan 50 jamaah Muslim. Pembicara mencatat bahwa ketika si pembunuh memasuki gedung, korban pertama dari penembakan itu menyambutnya, mengatakan, "Halo, Saudaraku," sesuatu yang kemudian membentuk pikiran serupa untuk sambutan Ismaaeel ketika dia melihat para pengunjuk rasa lagi.

"Kata-kata terakhirnya adalah tanda kebaikan yang dia berikan kepada seseorang di hadapan kebencian," katanya. "Saya ingin anak-anak muda Muslim tahu bahwa kita masih bisa mencintai agama kita, tidak peduli mereka yang membencinya. (JT-Zihfa Anzani Saras Isnenda)***

 

Bagikan: