Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Dalam 10 Hari Terkumpul Rp 11 Miliar untuk Notre-Dame

Tim Pikiran Rakyat
null
null

PARIS, (PR).- Sejak kebakaran yang melanda katedral Notre-Dame di Paris pekan lalu, sumbangan telah mengalir dari seluruh dunia untuk mengembalikan struktur bangunan kuno itu ke kejayaannya.Dari masyarakat biasa hingga miliarder telah memberikan sumbangan setidaknya kini telah terkumpul  € 750 juta atau hampir 11 miliar rupiah dalam 10 hari setelah puncak menara utama dan atap bangunan runtuh dalam kebakaran besar pada 15 April lalu.

Ahli ekonomi konstruksi Prancis menunjukkan bahwa sumbangan  jauh kurang untuk biaya perbaikan. Di tengah gelombang niat baik dan kemurahan hati, kritikus berpendapat bahwa uang itu bisa lebih baik digunakan di tempat lain. Akan tetapi mereka yang mengumpulkan uang untuk perbaikan, mendesak orang-orang untuk terus menyumbang. Dengan mengatakan sumbangan belum dapat digunakan untuk perbaikan Notre-Dame.

"Kita seharusnya tidak memberi tahu orang-orang untuk berhenti menyumbang karena kita masih tidak tahu berapa biayanya," kata Laurence Lévy dari kelompok relawan Prancis Fondation du Patrimoine.

Berapa biayanya?

Untec, serikat nasional yang mewakili ekonom konstruksi di Prancis, memperkirakan bahwa pekerjaan perbaikan dan restorasi di Notre-Dame akan menelan biaya maksimum € 600 juta, tidak termasuk PPN. "Biayanya minimal sekitar € 300 juta dan level tinggi adalah sekitar € 600 juta tetapi kita perlu memiliki dua atau tiga bulan untuk memiliki biaya yang tepat," kata Presiden Untec Pascal Asselin kepada BBC.

Biaya yang diperkirakan tersebut termasuk biaya mengamankan struktur, mengganti atap dan kerangka, menggunakan tukang batu ahli dan menyelesaikan pekerjaan restorasi yang rumit, menurut saluran berita Perancis BFM TV.

Selain itu, perkiraan biaya yang disebutkan  belum termasuk biaya untuk para pekerja. Karena katedral dimiliki oleh negara, uang asuransi tidak akan mendanai perbaikan karena negara adalah perusahaan asuransi sendiri. Beberapa peninggalan dan karya seni di dalam Notre-Dame diasuransikan, seperti juga kontraktor yang mengerjakan bangunan sebelum kebakaran terjadi.

Mungkinkah lebih tinggi?

Para ahli yang dihubungi oleh BBC enggan berspekulasi tentang berapa banyak perbaikan yang mungkin terjadi.

"Bagaimana cara Anda memberi harga yang tidak dapat dihargai?" kata Richard Woolf, seorang arsitek dan pakar konservasi bangunan bersejarah.

Alan Davies, arsitek lain yang berspesialisasi dalam konservasi bangunan bersejarah, mengatakan bahwa sementara tidak banyak proyek yang mendekati angka yang diangkat oleh para relawan yang menyumbang, pekerjaan restorasi yang kompleks akan membutuhkan tingkat keahlian tertinggi.

"Harganya berapapun biayanya ... tidak mungkin ada jalan pintas," katanya.

Robert Read, kepala seni di perusahaan asuransi London Hiscox, telah memperkirakan biayanya mungkin "lebih dari € 1 miliar", meskipun bersikeras masih terlalu dini untuk memberikan perkiraan yang akurat tanpa mengetahui komplikasi apa yang mungkin timbul.

Ms Lévy dari Fondation du Patrimoine mengatakan orang-orang "tidak harus bergantung pada perkiraan yang dibuat oleh orang-orang yang belum berada di dalam katedral dan belum melihat kerusakan yang timbul dari kebakaran."

"Kami belum mengumpulkan terlalu banyak uang karena kami tidak tahu berapa banyak uang yang akan dibutuhkan," katanya. "Belum ada angka yang dikonfirmasi. Kita bicara tentang seni dan sejarah."

Siapa yang mengumpulkan uang?

Notre-Dame de Paris dibangun 850 tahun yang lalu dan telah memainkan peran dalam momen-momen penting dalam sejarah Prancis serta menangkap imajinasi jutaan orang di seluruh dunia.

Orang kaya raya di Prancis telah mengumpulkan banyak uang untuk memulihkan arsitektur gothic, dengan miliarder Bernard Arnault dan Francois-Henri Pinault merupakan donatur terbesar dalam mendukung perbaikan Notre-Dame.

"Jumlah uang yang disumbangakn adalah cerminan dari apa yang mereka rasakan tentang bangunan bersejarah sebagai titik tetap dalam lanskap," kata Alan Davies. "Notre-Dame memiliki kedudukan kenangan tersediri baik nasional maupun internasional."

Donatur Lainnya

"Saya mendengar tentang kebakaran Notre-Dame dan ingin membantu. Saya tahu itu tidak banyak, tetapi walaupun sedikit saya membantu," tulis seorang gadis Inggris berusia sembilan tahun bernama Caitlyn dalam sebuah surat yang menyertai sumbangannya sebesar beberapa euro.

Ada empat kelompok Prancis yang mengumpulkan uang: Yayasan amal Katolik Fondation Notre-Dame, Fondation du Patrimoine, Fondation de France dan pusat monumen nasional.

Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa jumlah donasi telah terkumpul sebanyak € 1 milyar. Tetapi seorang pejabat Perancis mengkonfirmasi pada hari Rabu malam bahwa jumlah donasi yang terkumpul secara benar sebanyak € 750 juta.

Lebih baik donasi digunakan di tempat lain?

Tingkat donasi memicu kecaman bahwa uang itu bisa digunakan dengan lebih baik di tempat lain.

Aktris Pamela Anderson mengatakan dia menghadiri galang dana  mengumpulkan uang untuk "anak-anak yang menderita di Marseille" minggu ini. Namun, tidak lama "kegiatan lelang" muncul untuk mengumpulkan dana pembangunan kembali Notre-Dame.

Surely the children suffering in Marseille
could have used the 100,000 €
more than the church 
that has already received 
over a billion in donations 
by billionaires.

- Pamela Anderson (@pamfoundation) 24 April 2019

"Saya berharap mereka akan mempertimbangkan kembali dan memberikan ke tempat yang dibutuhkan," tambahnya.

Pada akhir pekan, demonstran rompi kuning mengeluh tentang kemudahan perusahaan dan orang kaya mengumpulkan uang untuk bangunan, tetapi mengabaikan protes berbulan-bulan terhadap biaya hidup yang tinggi. Yang lain mengeluh bahwa donasi dari miliarder memiliki manfaat untuk megurangi pajak 60% di Prancis.

Markus Renner, pakar pemasaran dan reputasi merek yang berbasis di Swiss, mengatakan bahwa perusahaan terlalu cepat berjanji.

"Saya tidak akan mengatakan bahwa tidak ada niat baik di balik itu, tapi mungkin mereka seharusnya berpikir dua kali. Bagaimana mereka tahu berapa banyak yang dibutuhkan?" dia berkata.

"Saya dulu bekerja di dalam perusahaan dan saran Saya selalu mengirim pesan bahwa Anda bersedia menyumbang, tetapi tergantung pada berapa banyak uang yang dibutuhkan, tidak bereaksi berlebihan seperti yang mereka lakukan. Itu hanya sebuah bangunan, tidak ada yang mati dan menjadi korban."

Namun, bagi yang lain, kedermawanan yang ditunjukkan kepada Notre-Dame sesuai dengan sejarah dan statusnya dalam masyarakat Prancis.

"Apa yang terjadi pada Notre-Dame mengerikan tetapi melihat kemurahan hati yang mengalir dari seluruh dunia dan dari orang-orang dari semua agama sangat luar biasa," jelas Lévy. (JT-Devita Savitri)***

Bagikan: