Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Cegah Turis Nakal, Kebun Tulip Dipagari

Huminca Sinaga
KEBUN tulip.*/ guardians-series.co.uk
KEBUN tulip.*/ guardians-series.co.uk

AMSTERDAM, (PR).- Para petani bunga di kawasan penanaman tulip Belanda memasang pagar pembatas dan spanduk iklan di sekitar ladang tulip untuk mencegah turis dari menginjak-injak bunga saat berswafoto.

Sebelumnya, beberapa turis terlihat berlompatan atau berbaring di atas hamparan bunga tulip demi mendapatkan hasil foto yang bagus. Namun, hal tersebut justru membuat bunga-bunga tulip tersebut rusak.

Simon Pennings merupakan salah seorang petani bunga dari kota Noordwijkerhout yang pertama kali memasang pembatas di ladang miliknya. Pembatas tersebut berisikan sebuah slogan dari bertuliskan: " Nikmati bunganya, hormati (bunga) kebanggaan kami".

"Mereka (turis) sangat teledor.  Kami menerima banyak pengunjung, yang tentu saja membuat kami senang, tapi mereka menginjak-injak semuanya. Hal ini sangat disayangkan dan kami justru jadi merugi. Tahun lalu saja, saya memiliki lahan dengan jumlah kerusakan sebesar €10.000 (Rp157 juta). Semuanya terinjak-injak , (tapi) Mereka tetap saja ingin berswafoto," ungkapnya seperti dikutip  The Guardian.

Nicole van Lieshout dari kantor wisawatan lokal mengatakan bahwa ada sekelompok "duta" berjumlah 40 orang, beberapa di antaranya adalah petani bunga yang telah pensiun, yang akan memandu pengunjung dan mengajarkan sejarah dari ladang tulip tersebut secara sukarela.

"Beberapa tahun terakhir, jumlah turis yang berkunjung makin meningkat," ujarnya.

Van Lieshout berpendapat bahwa para turis mengira ladang tersebut dibuat untuk mereka. Menurutnya, semua turis ingin mendapatkan swafoto yang sempurna sehingga mereka berbaring atau berdansa di atas hamparan bunga tulip tersebut dan foto mereka pun akhirnya tersebar ke seluruh dunia.

"Kami tidak ingin mengusir para turis. Para petani membuat ladang tersebut menjadi indah untuk para pengunjung, tapi foto hanya boleh diambil dari sisi ladang, bukan di dalam ataupun di atas bunga."

Dilansir dari Algemeen Dagblad, Pennings mengatakan bahwa masyarakat bersikap sangat segan setelah mengetahui sejarah dari ladang tulip tersebut. Dirinya menganggap para turis tidak terlalu memedulikan hal semacam itu akibat dari ketidaktahuan mereka.

"Orang-orang sudah lupa bagaimana tanaman tumbuh dan bagaimana kami merawatnya sepanjang tahun. Saat saya menjelaskan hal tersebut kepada orang-orang, mereka berkata, “Oh, iya, Anda benar, dan maaf saya tidak tahu dan tidak mengerti,” ujarnya.

Panduan bagi turis

Dewan Pariwisata Belanda kini telah membuat panduan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan turis ketika berswafoto di dekat ladang tulip.

Van Lieshout mengatakan bahwa dirinya telah menekankan betapa sulitnya petani bunga dalam menghadapi turis yang tertarik kepada bunga tulip. Terutama saat jalan menuju taman Keukenhof dilanda kemacetan. Para pengemudi keluar dari mobil mereka dan bergegas masuk ke ladang.

Taman Keukenhof adalah taman bunga seluas 32 hektar tempat para petani memamerkan bunga terbaru mereka. Jumlah pengunjung tahunan taman Keukenhof telah meningkat dari 800.000 menjadi 1,4 juta pengunjung dalam enam tahun terakhir.  ***

 

Bagikan: