Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Badai petir, 28 ° C

Beragam Cara Umat Kristiani di Manca Negara Memeringati Jumat Agung

Vebertina Manihuruk
SEORANG aktor menggambarkan penyaliban Isa Almasih (tengah), sementara warga di Hiendelaencia berpakaian layaknya masyarakat pada masa penyaliban Yesus. Ritual itu dilakukan umat Kristiani yang memeringati Jumat Agung di Spanyol.*/CNN
SEORANG aktor menggambarkan penyaliban Isa Almasih (tengah), sementara warga di Hiendelaencia berpakaian layaknya masyarakat pada masa penyaliban Yesus. Ritual itu dilakukan umat Kristiani yang memeringati Jumat Agung di Spanyol.*/CNN

SEPAKAN ini, umat Kristiani di seluruh dunia berada dalam masa yang disebut Pekan Suci. Ada serangkaian ibadah yang dilakukan selama sepekan sampai pada peringatan Paskah yang tahun ini diperingati pada Minggu, 21 April 2019.

Pekan Suci tahun ini sudah dimulai sejak Minggu, 14 April 2019, di mana umat masuk dalam ibadah Minggu Palem. Lalu, di tengah minggu, ada beberapa ibadah yang disebut Kamis Putih dan di hari ini, Jumat, 19 April 2019 diperingati sebagai Jumat Agung atau peringatan hari Kematian Isa Almasih.

Pada peringatan kematian, ada berbagai cara yang dilakukan oleh umat Kristiani di seluruh dunia ketika beribadah. Umumnya, kegiatan ibadah sekaligus menggambarkan ulang peristiwa penyaliban Isa Almasih.

Berikut ini, ada beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan setiap tahunnya di berbagai negara atau kota yang berbeda ketika menyelenggarakan Jumat Agung ataupun mengisi Pekan Suci. Informasi ini dilansir dari artikel di situs milik CNN.

Roma

PAUS Francis memimpin prosesi "Jalan Salib" pada peringatan di Colosseum Roma, pada 3 April 2015.*/CNN

Di kota ini, peringatan Jumat Agung disebut sebagai “Venerdi Santo”. Peringatan itu juga bermakna sebagai Jumat Suci yang mengingat kembali hari di mana Yesus Kristus disalibkan.

Para warga Italia biasanya akan melaksanakan puasa atau hanya memakan ikan sepanjang hari itu. Karena berada dalam masa duka, setiap patung dan salib yang ada di setiap Gereja Katolik akan ditutupi dengan kain hitam atau ungu.

Peringatan Jumat Agung terbesar di Roma disebut “Jalan Salib” adalah prosesi yang hening dan khusyuk yang dipimpin oleh Paus. Masyarakat yang mengikuti prosesi itu akan mengunjungi 14 titik menuju salib. Setiap titik itu adalah symbol penderitaan yang dialami Yesus sampai kepada kematianNya. Proses itu akan dimulai di Colosseum dan berakhir di Palatine Hill.

Yerusalem

UMAT Kristen Ortodoks memegang salib dari kayu ketika memeringati Jumat Agung sambil menyusuri Jalan Salib atau Via Dolorosa di Yerusalem.*/CNN

Yerusalem adalah tempat di mana Yesus disalibkan, menurut Alkitab umat Kristiani. Karena itulah, peringatan Jumat Agung di sana sangat terasa kekhusyukannya dan telah menjadi hari libur yang penuh dengan ritual keagamaan untuk seluruh warga kota yang beragama Kristen.

Ibadah yang dilakukan di sana menggambarkan ulang bagaimana perjalanan yang dilalui Yesus sampai ke tempat Dia disalibkan. Banyak warga yang membawa bunga mawar sambil mengikuti porosesinya.

Jalan itu akan berujung ke Golgota atau Bukit Tengkorak yang merupakan tempat penyalibanNya. Lalu, di malam harinya, warga juga mengikuti proses yang menggambarkan penguburan Yesus.

London

Setiap Jumat Agung, ada penampilan yang dilakukan di Trafalgar Square. Penampilan bertajuk “The Passion of Jesus” itu diperankan oleh aktor amatir maupun professional, yang membawa warga di sepanjang jalan itu ke dalam perjalanan sengsara ketika Yesus ditangkap sampai kepada kebangkitanNya saat Paskah.

Penampilan itu biasanya melibatkan lebih dari 100 orang dan juga melibatkan beberapa binatang. Karena penampilan itu menggambarkan penyaliban secara realistic, anak-anak disarankan untuk didampingi orang tuanya.

Amerika Tengah

SEORANG seniman mengkreasikan permadani di Nikaragua,*/CNN

Negara-negara seperti Honduras, El Salvador, dan Guatemala di Amerika Tengah menggunakan seni untuk memeringati Jumat Agung. Pada saat itu, jalan-jalan akan dipenuhi alfombras alias karpet atau permadani. Permadani itu menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan.

Akan tetapi, gambaran permadani itu akan segera berganti ketika masyarakat sudah berkerumun di jalan. Selain itu, Jumat Agung juga diisi dengan ritual untuk mengenang kematian Yesus.***

Bagikan: