Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Gara-gara Kalimat I Love You, Surat Suara Tidak Sah

Tim Pikiran Rakyat
PILPRES 2019/ANTARA
PILPRES 2019/ANTARA

WASHINGTON DC, (PR).- Tingkah pola pemilih pada pemilu 2019 memang beragam. Namun, ada juga kekonyolan yang sebenarnya bisa merugikan. Seperti yang terjadi di pemilihan luar negeri tepatnya di KBRI Washington DC, ada pemilih yang menuliskan I Love You di gambar salah satu capres-cawapres.

Ketua PPLN Washington DC Andang Purnama mengungkapkan ada kertas suara yang ditulis kalimat I Love You yang membuat hak pemilih tersebut tidak sah. Hal lain yang membuat tidak sah, kertas suara sama sekali tidak dicoblos atau bahkan dicoblos pada kedua pasangan sekaligus, dicoblos di luar kotak yang berisi foto dan keterangan nama kedua pasangan capres-cawapres, dicoblos hingga robek, dan dicontreng bukan dicoblos. 

"Ada beberapa surat suara misalnya yang ditulisi kata “I love you” di salah satu pasangan capres-cawapres. Itu membuat tidak sah," jelas Andang seperti dilansir VOA.

Andang Purnama mengungkapkan, meskipun jumlah pemilih di Washington DC masih di bawah 50 persen tetapi jauh lebih baik dibanding tahun 2014 lalu.

“Jumlah orang yang memilih tahun ini mencapai 45,2% jauh lebih baik dibanding tahun 2014 lalu yang mencapai 31,3%,” ujar Andanga.

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dalam penghitungan suara di ibukota Washington DC dan New York, baik untuk surat suara yang dikirim melalui pos maupun yang dicoblos langsung di TPS.

Dalam penghitungan suara di KBRI Washington DC, Rabu siang 17 April 2019, Jokowi-Ma’ruf meraih 1.113 suara, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 352 suara. Selain itu terdapat 70 suara yang dinyatakan tidak sah.

Saksi dari kedua pasangan capres-cawapres, panitia pengawas dan panitia pelaksana beberapa kali harus maju untuk memastikan bahwa surat suara memang benar-benar sah atau tidak sah. Seratusan warga negara Indonesia yang ikut hadir menyaksikan langsung jalannya proses penghitungan suara juga tidak segan-segan memperingatkan jika ada hal yang tidak jelas. Sebuah lampu sorot sangat terang digunakan untuk memastikan surat suara yang dicoblos dengan benar atau tidak, sah atau tidak.

Selain di Washington DC, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf juga unggul di New York. Namun surat suara yang dihitung baru yang datang langsung ke TPS. Mereka umumnya warga negara Indonesia yang tinggal di negara bagian di dekat wilayah kerja PPLN New York, seperti New Jersey, Connecticut, Pennsylvania dan Delaware.

Sementara sekitar seribu dari sepuluh ribu surat suara melalui pos yang berasal dari 13 negara bagian yang berada di PPLN New York baru akan dibuka dan dihitung Rabu malam. Lainnya akan dilanjutkan pada Kamis pagi. Tiga belas negara bagian yang berada di bawah naungan PPLN New York itu mencakup antara lain New York, New Jersey, Delaware, Pennsylvania, Connecticut, Maine, South Carolina dan West Virginia.

Dalam penghitungan surat suara yang dicoblos di TPS di PPLN New York itu, pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf meraih 823 suara, sementara Prabowo-Sandiaga meraih 175 suara. Jumlah suara tidak sah mencapai 34 orang.***

Bagikan: