Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Selidiki Temuan Surat Suara, Polisi Malaysia Kerja Sama dengan Polri

Yusuf Wijanarko
Pilpres 2019/DOK. PR
Pilpres 2019/DOK. PR

KUALA LUMPUR, (PR).- Polisi Diraja Malaysia (PDRM) siap bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terkait penemuan sejumlah dokumen yang diduga mempunyai kaitan dengan Pemilu 2019 di Kajang, Selangor, dan Bangi.

Dalam pernyataannya pada Selasa 16 April 2019, Kepala PDRM Irjen Tan Sri Mohamad Fuzi Harun mengatakan, walaupun kasus itu tidak mengakibatkan pelanggaran Undang-Undang Malaysia, PDRM akan melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan untuk membantu Pemerintah Indonesia.

Penemuan ratusan kantong hitam dan putih yang diduga berisi kertas surat suara Pemilu 2019 di di Kajang dan Bangi menjadi viral di media sosial, Kamis pekan lalu.

Sementara itu, Antara melaporkan bahwa anggota Bawaslu Rahmad Bagja dan Ketua Panwaslu Yaza Azzahara telah berkunjung ke Kantor Kepolisian Kajang dan bertemu DSP Mohamad Sukardi dan ASP Radzee.

"PDRM telah mengambil perhatian khusus terkait laporan masyarakat terhadap dugaan penyalahgunaan surat suara," kata Yaza Azzahara.

Langkah yang sedang dilakukan, ujar dia, adalah berkoordinasi secara intensif dengan PDRM dan Polri untuk segera menyerahkan dokumen yang diduga surat suara karena saat ini berada di Kantor Polisi Kajang.

"Pihak Indonesia, dalam hal ini KPU dan Bawaslu, ingin melihat secara fisik barang bukti," katanya.

Yaza Azzahara mengatakan, PDRM saat itu mengatakan mereka kahawatir perkara penemuan dokumen tersebut menjadi sangat sensitif hanya karena sudah ditangani polisi. "Kami harus ada arahan dari Kepala PDRM. Dalam hal ini mohon KBRI berkirim surat," katanya lagi.

Yaza Azzahra mengatakan, KBRI sudah berkirim surat pada Sabtu 13 April 2019 untuk meminta pengembalian dokumen. Namun, PDRM mengatakan mereka tidak mungkin bisa menyelesaikan kasus itu dan meberikannya sebelum Rabu 17 April 2019.

"Mereka mengatakan akan dikeluarkan sesuai arahan IJP (Inspektur Jenderal Polisi) karena sudah ada di meja IJP atau Kepala PDRM," kata Yaza Azzahra.***

Bagikan: