Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Cerah berawan, 25.4 ° C

Tanggapi Donald Trump, Ilham Omar Sebut Dia Cinta Amerika

Huminca Sinaga
ILHAM Omar.*/THE MINNESOTA SUN
ILHAM Omar.*/THE MINNESOTA SUN

WASHINGTON, (PR).- Dalam menghadapi tudingan Donald Trump yang meragukan kecintaanya terhadap Amerika, anggota DPR dari Partai Republik Ilham Omar menyatakan, tidak ada seorang pun yang dapat menakutinya. 

Seperti dilansir The Guardian, Minggu, 14 April 2019, anggota dewan dari Minessota itu menyuarakan keteguhannya untuk selalu mencintai Amerika. Omar, adalah orang Somalia yang datang ke AS sebagai seorang pengungsi. Dia merupakan wanita muslim pertama yang menjadi anggota dewan.

“Saya ada di kursi dewan tidak hanya untuk diam,” unggahnya di Twitter, beberapa jam setelah presiden itu membagikan sebuah video yang berisi penuturannya yang disandingkan dengan gambar-gambar dalam peristiwa 9/11 pada hari Sabtu, 13 April 2019.

Ia juga menambahkan dalam tulisannya, "Saya akan terus berjuang demi kesetaraan dalam mengejar kebahagiaan bagi semua orang Amerika."

Beberapa jam setelah unggahan dari Trump muncul, partai Demokrasi mengecam sikap presiden karena menghasut tindak kekerasan terhadap Omar. Bahkan minggu lalu, seorang pendukung Trump dari New York didakwa karena mengancam akan membunuh Omar.

Pimpinan dan beberapa anggota baru Demokrasi tidak setuju tentang tanggapan terhadap kritikan atas Omar. Termasuk tuduhan bahwa kritiknya terhadap kebijakan AS terhadap Israel adalah gerakan anti Yahudi. Bulan lalu, Omar meminta maaf dengan tegas setelah menyatakan bahwa dukungan untuk Israel dipicu oleh sumbangan dari kelompok simpatisan.

Pada Sabtu pagi, juru bicara Nancy Pelosi membatasi tanggapannya terhadap cuitan Trump dengan tidak menyebut Omar. Ia mengatakan bahwa presiden seharusnya tidak menggunakan gambar-gambar 11 September untuk urusan politik.

“Peristiwa 9/11 adalah sesuatu yang sensitif. Untuk membicarakan hal tersebut perlu sebuah diskusi yang dilakukan dengan hormat,” tulis Pelosi.

Kritik tersebut bisa jadi ditujukan terhadap Omar dan juga presiden. Ia juga menyalahkan sikap Trump yang menyulut api hingga membuat semua orang merasa tidak aman.

Trump mengunggah sebuah cuitan dengan tulisan "KAMI TIDAK AKAN PERNAH LUPA!" bersama dengan sebuah video. Video yang telah diubah itu menunjukkan Omar yang tidak mengindahkan serangan 9/11.

Video itu menampilkan sebagian dari pidato bulan lalu, ketika Omar membahas masalah Islamofobia kepada Dewan Perhubungan Amerika-Islam.Ia mengatakan bahwa  Islamofobia membuat warga negara kelas dua tidak nyaman. Setelah 11 September, kata Omar, para advokat hak-hak sipil mengakui bahwa beberapa orang memiliki sebuah alasan untuk melakukan sesuatu, dan warga para umat Muslim kehilangan kebebasan sipilnya.  

Akibat pidatonya itu, Omar dikecam. Politisi sayap kanan dengan cepat mengatakan bahwa Omar menghiraukan tragedi 9/11. Dan Crenshaw,seorang anggota kongres dari Texas yang merupakan seorang Navy Seal di Afghanistan, mengklaim bahwa Omar tidak menganggap serangan tersebut adalah sebuah bentuk terorisme.

Ada dua orang kandidat dari partai Demokrasi yang mengutuk keras tindakan penghujatan terhadap Omar. Mereka adalah Bernie Sanders dan Elizabeth Warren. Mereka bersepakat bahwa sikap rasis dan ujaran kebencian dari Trump harus dihentikan.

Selain itu Pete Buttigieg, wali kota dari Indiana menuliskan bahwa warga Amerika telah lebih rukun dan kuat sejak tragedi tersebut, dan menyalahkan sikap Trump yang mengungkit itu hanya untuk bersaing dalam politik. Dan masih banyak dukungan lainnya yang mengalir untuk Omar.***

Bagikan: