Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Rela Berdiri Tiga Jam untuk Menentukan Masa Depan Indonesia

Tim Pikiran Rakyat
SEJUMLAH WNI yang tengah menunggu gilirannya untuk memberikan suaranya di TPS Wasenaar, Den Haag antre dengan tertib.*/LUCKY LUMINGKAWAS/VOA
SEJUMLAH WNI yang tengah menunggu gilirannya untuk memberikan suaranya di TPS Wasenaar, Den Haag antre dengan tertib.*/LUCKY LUMINGKAWAS/VOA

DEN HAAG, (PR).- Suhu dingin yang mencapai enam derajat Celsius tidak menyurutkan lebih dari 10 ribu warga negara Indonesia di Den Haag, Belanda, untuk memberikan suara hari Sabtu 13 April 2019. Suara mereka cukup berpengaruh dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019 dan bisa menentukan masa depan Indonesia.

“Perkiraan ada tujuh ribu warga, tapi bisa jadi lebih karena hingga jam lima sore ini antrean masih panjang dan belum semua memberikan suara di TPS. Mungkin sampai sepuluh ribu,” ujar Lucky Lumingkewas, warga Indonesia yang menetap di Den Haag.

Diwawancarai oleh VOA melalui telefon, Lucky mengatakan sangat gembira bisa ikut mencoblos. “Pelaksanaan pemungutan suara berjalan dengan lancar dan saya sangat bersukacita walaupun cuaca sangat dingin karena saya percaya atas sistem demokrasi yang menjamin terpilihnya pemimpin terbaik yang akan bekerja keras mewujudkan harapan yang ada,” ujar Lucky.

Untuk memperlancar pemberian suara, ada lima TPS yang dibangun di KBRI di Wassenaar, Den Haag, Belanda; dan sejumlah petugas ditempatkan sejak pagi. Beberapa tempat makan dan minum juga didirikan supaya warga dapat menghangatkan tubuh sejenak dengan minuman hangat, di tengah antrean panjang.

“Banyak pemilih yang sadar pentingnya berpartisipasi. Walaupun harus berdiri hingga tiga jam namun kami percaya ini akan berpengaruh atas nasib perjalanan bangsa Indonesia ke depan,” ujar Lucky, ayah tiga anak yang kini bekerja di Amsterdam.***
 

Bagikan: