Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Pupusnya "Suaka" Sang Pendiri WikiLeaks

Tim Pikiran Rakyat
SALAH seorang pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Pengadilan Mahkamah Westminter di London dengan dikawal dua polisi setempat, Jumat 12 April 2019 WIB.* REUTERS
SALAH seorang pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Pengadilan Mahkamah Westminter di London dengan dikawal dua polisi setempat, Jumat 12 April 2019 WIB.* REUTERS

LONDON, (PR).- Salah seorang pendiri Wikileaks, Julian Assange (47), ditangkap di London pada Jumat 12 April 2019 WIB. Ia ditangkap setelah hampir tujuh tahun berlindung di Kedutaan Besar Ekuador. Saat ini ia harus menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat.

Polisi Inggris, mengonfirmasi bahwa Assange ditangkap oleh petugas di kedutaan, setelah pemerintah menarik suakanya untuk warga negara Australia. Assange dibawa ke kantor polisi pusat London, dan akan dihadirkan di Pengadilan Westminster Magistrates, "sesegera mungkin" kata polisi.

Polisi mengatakan, ia ditangkap karena gagal menyerahkan diri ke pengadilan, atas surat perintah yang dikeluarkan Pengadilan Westminster Magistrates pada Juni 2012 lalu. Polisi lantas memberikan berita lanjutan, bahwa penangkapannya berkaitan dengan surat perintah ekstradisi atas otoritas Amerika Serikat.

Ditemui di hari yang sama, pengacara Assange mengonfirmasi, bahwa pendiri WikiLeaks itu, ditangkap atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat, karena melanggar persyaratan jaminan Inggris, seperti yang dilaporkan The Associated Press.

Sumber yang secara langsung mengetahui situasi tersebut, mengatakan kepada NBC News bahwa Amerika Serikat sedang merencanakan, untuk meminta ekstradisi Julian Assange dari Inggris. Hal ini dilakukan, sehubungan dengan tuduhan federal yang disepakati dan diajukan di Distrik Timur Virginia.

Setelah penangkapan, Amerika Serikat menuduh Assange dengan tuduhan konspirasi, melalui peretasan komputer.

Penjelasan Kasus Sebelumnya

Assange mencari perlindungan di kedutaan London pada 2012, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, atas kasus kekerasan seksual. Dua tahun sebelumnya, pemerintah Swedia mengeluarkan surat perintah untuk Assange, sehubungan dengan tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan dua orang wanita.

Secara konsisten, Assange membantah tuduhan itu dan menyerah kepada polisi Inggris pada bulan berikutnya. Saat itu, Assange dibebaskan dengan jaminan, namun ia menghindari polisi dan melarikan diri setelahnya. Hal ini yang menjadi dasar penangkapannya hari Kamis (11/4) lalu.

Pada 2017, jaksa penuntut Swedia menjatuhkan penyelidikan awal ke dalam tuduhan, untuk mengakhiri tujuh tahun pertempuran Assange melawan hukum di sana.

Tanggapan Wikileaks

Assange telah menolak untuk meninggalkan Kedutaan Besar Ekuador, dan memberikan klaim bahwa dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat, untuk diinterogasi atas kegiatan WikiLeaks. Organisasi tersebut menjadi terkenal, karena menerbitkan informasi rahasia dan kebocoran berita yang menyebabkan malu pemerintah dan pejabat publik.

WikiLeaks menanggapi penangkapan Assange, dengan menuding Ekuador yang secara ilegal mengakhiri suaka politik Assange, dan telah melanggar hukum internasional.

“Julian Assange tidak keluar dari kedutaan. Duta Besar Ekuador mengundang polisi Inggris ke kedutaan, dan dia segera ditangkap,” kata WikiLeaks dalam cuitan di Twitter nya.

Hubungan  Memburuk

Hubungan Assange dengan Ekuador mulai memburuk awal bulan ini, setelah Ekuador menuduh Assange telah membocorkan informasi pribadi tentang Presiden Lenin Moreno.

Moreno menuding WikiLeaks menangkap panggilan telepon dan percakapan pribadinya, seperti foto kamar tidur, apa yang ia makan, dan memperlihatkan bagaimana istri dan anak perempuan serta teman-temannya menari.

Moreno tidak memberikan bukti, namun pernyataan itu mencerminkan ketegangan antara Assange dan tuan rumahnya di kedutaan.

“Hari ini, saya mengumumkan bahwa perilaku tidak sopan dan agresif Julian Assange, serta deklarasi perlawanan dan ancaman dari organisasi sekutunya (Wikileaks) terhadap Ekuador, terutama pelanggaran perjanjian internasional, telah membawa situasi di mana suaka dari Assange tidak dilanjutan dan tidak lagi layak,” kata Moreno dalam pernyataan video yang diunggah di Twitter.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Moskow berharap bahwa hak-hak Assange tidak akan dilanggar, menurut Reuters. (JT - Andryvho Fau, diterjemahkan dari CNBC News)***

Bagikan: