Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Rumah Baru Pangeran Harry dan Meghan Markle dan Sejarah Penghuni Sebelumnya

Tim Pikiran Rakyat
PANGERAN Harry dan Meghan Markle siap pindah ke Frogmore Cottage dengan segudang sejarah dari para tokoh kerajaan penghuni sebelumnya.* DOK. BBC
PANGERAN Harry dan Meghan Markle siap pindah ke Frogmore Cottage dengan segudang sejarah dari para tokoh kerajaan penghuni sebelumnya.* DOK. BBC

DENGAN semakin dekatnya kelahiran anak pertama mereka, Pangeran Harry dan Meghan Markle telah meninggalkan Istana Kensington untuk menempati rumah baru mereka. Terletak di sudut yang teduh halaman Rumah Frogmore berdiri megah di kawasan Windsor, Frogmore Cottage memiliki sejarah yang cukup panjang akan penghuninya, jauh sebelum pangeran Harry dan Meghan menempatinya.

Frogmore Cottage

Rumah Perlindungan Kerajaan

Jika Meghan dan Harry mencari rumah yang tersembunyi dari pandangan publik, maka Frogmore Cottage adalah tempat yang ideal. Sejak awal dibangun, rumah tersebut sudah ditetapkan sebagai rumah perlindungan khusus dari tekanan kehidupan kerajaan, dengan sejarah penghuni yang langka.

Ratu Charlotte, istri dari Raja George III, membangun rumah tersebut pada 1792 sebagai tempat pelarian dari Istana baginya dan anak-anaknya.Pada saat zaman itu, membangun rumah besar dan indah di pedesaan sangat modern di kalangan masyarakat elite.

Ratu Charlotte

Namun, Ratu juga menginginkan  suatu tempat khusus bagi purtinya "mereka ingin pergi dan menghindari serangan gangguan kejiwaan George” menurut penulis dan sejarawan Helen Rappaport. "Melarikan diri bagi ratu layaknya melakukan sebuah retret mewah di Windsor Estate di mana ia bisa menghibur diri dan menengankan diri," kata Dr Rappaport.

 "Raja mengalami gangguan kejiwaan saat itu. Ratu mungkin mengalami kesulitan dan tekanan saat tinggal bersama raja  dan ingin menggunakan Frogmore Cottage sebagai pondok peristirahatan."

Seorang guru yang "dibenci"

Abdul Karim adalah seorang Muslim India yang datang ke Inggris pada 1887 untuk bertugas di meja Ratu Victoria selama perayaan keemasan Yobel. Ia selama 24 tahun membuat dampak besar pada penguasa penguasa besar dan bahwa dalam setahun ia berhasil menjadi sosok yang mapan di pengadilan kerajaan.

Sang Ratu menjadikannya gurunya – yang dipanggilnya munsyi--  yang mengajarkan Ratu  bahasa Urdu dan India. Ratu memberikan kehormatan, gelar dan hadiah padanya, salah satunya adalah penggunaan Frogmore Cottage sebagai tempat tinggalnya.

Menurut penulis Shrabani Basu ,sang ratu  mengunjungi sang munsyi di pondok Frogmore Cottage setiap hari kedua dalam hitungan 7 hari dan tidak pernah melewatkan pelajaran dari Karim.

Ratu Victoria membangun hubungan dekat, bisa dikatakan sudah seperti hubungan ibu dan anak. Ratu Victoria memberikan Abdul Karim menandatangani pernyataan "ibu Anda yang penuh kasih  dan teman terdekat Anda”, yang artinya Ratu menganggapnya sebagai anak serta orang terdekat ratu.

Karim kemudian memperbaharui rumah itu dan tinggal di sana dengan istrinya pada1893.

Namun, hubungan dekat Abdul Karim dengan Ratu membuat marah keluarga kerajaan  dan para abdi kerjaan murka. Pada 1901 Ratu Victoria meninggal dan hal tersebut menjadi akhir bagi Abdul Karim berada Frogmore juga di Inggris.

Dalam beberapa jam setelah pemakaman Ratu Victoria, raja baru Edward VII, yang " sangat membenci" Karim, mengambil alih Frogmore dan menggertak Abdul seraya menghancurkan dokumen-dokumen miliknya. Raja memerintahkan Abdul untuk kembali ke India, dan beberapa tahun kemudian meninggal di usia 46 tahun  "Abdul adalah pelindung,dia merupakan tirai penghalang bagi raja,oleh sebab itu mereka menelantarkannya" kata MS Basu.

Orang Rusia yang miskin

Ketika Tsar Nicholas II dan keluarganya dibunuh oleh Bolshevik pada tahun 1918, sanak saudaranya yang masih hidup melarikan diri ke Inggris dalam sebuah kapal perang yang dikirim oleh kerabat dekat mereka, Raja George V. Di antara mereka ada adik dari Tsar dan sepupu raja Grand Duchess Xenia Alexandrovna.  Setibanya di Inggris, Adipati Agung dan anak-anaknya tinggal mandiri untuk sementara waktu tetapitak lama kehabisan uang.

Pada 1925, raja menempatkan mereka di Frogmore Cottage, bersama dengan beberapa putranya dan keluarga mereka. Ketika rumah tersebut terlalu banyak yang menghuni, raja membuat Home Park Cottage di dekatnya. Marlene Eilers Koenig, seorang ahli Kerajaan Inggris dan Eropa, mengatakan Adipati Agung itu  "hampir melarat " pada saat dia pindah.

Kemiskinan pengungsi kerajaan membawa dampak buruk dan membawa pondok Fragmore Cottage jatuh dalam kehancuran. Grand Duchess Xenia tidak memiliki keungan yang cukup untuk membayar semua biaya perawatan dan pemeliharaan rumah tersebut,.  Seorang pejabat Departemen pekerjaan di 1929 menemukan Fragmore  saat itu dengan kondisi yang sudah sangat rusak.

 "Kerta pelapis dinding (wallpaper) terlihat koyak, langit-langit yang kotor dan plester putus dari dinding. Rumah membutuhkan renovasi yang cukup banyak tidak cukup diakali dengan cat dinding. " tambah MS Koenig

Dr Rappaport mengatakan Pondok itu telah  "sangat diabaikan ", diterangi dengan  "lampu minyak dan lilin " dan tidak memiliki toilet yang dapat digunakan Setelah kematian raja pada 1936, putranya, Raja Edward VIII menawarkan Xenia dan keluarganya Wilderness House, di lapangan Hampton Court, dan mereka meninggalkan Frogmore.

Sejak perang dunia dua, pondok ini diyakini telah digunakan sebagai rumah bagi anggota staf rumah tangga kerajaan, meskipun misteri mengelilingi penghuninya. Mungkin ini membantu menjelaskan mengapa Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle melihat Windsor sebagai  "tempat yang sangat istimewa ". (Lantika Sihotang/diterjemahkan dan disarikan dari BBC)***

Bagikan: