Pikiran Rakyat
USD Jual 14.616,00 Beli 14.316,00 | Badai petir, 26.4 ° C

Facebook Akan Hentikan Notifikasi dari Pengguna yang Meninggal

Huminca Sinaga
ILUSTRASI Facebook.*/Ist
ILUSTRASI Facebook.*/Ist

SAN FRANSISCO, (PR).- Facebook berjanji akan menggunakan kecerdasan buatan (AI) miliknya untuk menghentikan rekomendasi pengguna dalam  mengundang teman mereka yang telah wafat.

AI terbaru Facebook ini merupakan salah satu perubahan Facebook dalam menanggulangi akun yang "diabadikan". Laman akun yang pemiliknya dilaporkan meninggal akan segera diabadikan dan akun akan tetap aktif untuk mengenang penggunanya.

Pengabadian akun membuat foto, video, dan postingan berharga di laman tersebut dapat tetap muncul di Facebook.  Selain itu, akun abadi menyediakan tempat bagi teman dan kerabat untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

Akan tetapi, fitur tersebut memiliki beberapa kekurangan. Karena akun abadi merupakan akun aktif, maka akun tersebut diperlakukan sama seperti akun Facebook lainnya. Akun abadi menjalani proses algoritma yang sama seperti akun lainnya. Hal tersebut membuat pengguna lain mendapatkan rekomendasi untuk mengundang teman Facebook mereka yang telah wafat, notifikasi untuk mengucapkan ulang tahun kepada mereka, dan lain sebagainya.

Seperti dilansir The Guardian, Rabu 10 April 2019, Facebook mengungkapkan bahwa hal tersebut seharusnya sudah bukan masalah lagi.

"Begitu sebuah akun diabadikan, kami menggunakan AI untuk mencegah profil tersebut muncul di tempat yang tidak diinginkan, seperti merekomendasikan akun tersebut untuk diundang ke sebuah acara atau notifikasi untuk mengucapkan ulang tahun kepada pemilik akun," tulis COO Facebook, Sheryl Sandberg, dalam sebuah postingan blog yang dipublikasikan pada hari Selasa 9 April 2019.

"Kami berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih cepat dibanding sekarang."

Perubahan signifikan

Selain AI, Sandberg juga mengumumkan beberapa perubahan. Perubahan yang cukup signifikan yakni pengenalan ruang "tribute" yang akan memisahkan postingan yang dibuat sebelum dan sesudah akun diabadikan.

Hal ini juga akan memberikan kendali penuh kepada legacy contacts. Legacy contacts merupakan akun yang dipilih pengguna saat masih hidup untuk memoderasi laman tribute di kemudian hari.

Kematian pengguna merupakan sebuah topik yang rawan bagi perusahaan Facebook. Di tahun 2014 saja, Facebook meminta maaf karena meluncurkan fitur "Year in Review" yang secara otomatis memunculkan video postingan yang pernah diunggah. Postingan yang muncul di dalam video biasanya postingan yang tingkat keterlibatan penggunanya sangat tinggi. Sayangnya, fitur tersebut menunjukkan klip foto teman dan kerabat yang meninggal di tahun tersebut.

Eric Meyer, seorang pendesain website, menuliskan bahwa Facebook memperlihatkan foto anak perempuannya, Rebecca, yang meninggal di tahun 2014.

"Iya, tahun saya tampak seperti itu. Cukup akurat. Tahun saya itu bagai wajah gadis kecilku yang kini tiada. Sangatlah kejam untuk mengingatkan saya secara paksa seperti itu," tulisnya dalam postingan blog miliknya yang berjudul “Kekejaman Algoritma yang Tidak Disengaja ".

Bahkan baru-baru ini, Facebook kalah dalam sebuah persidangan atas akses akun abadi seseorang yang telah berlangsung selama tiga tahun. Dalam persidangan itu, seorang ibu meminta akses akun Facebook anak perempuannya yang berumur 15 tahun yang tewas dilindas kereta di Stasiun Berlin di tahun 2012.

Sang ibu ingin melihat pesan obrolan pribadi anaknya untuk memastikan apakah anaknya dirundung sesaat sebelum dirinya meninggal. Pada akhirnya, pengadilan Jerman pun memutuskan bahwa akun media sosial bisa diwariskan seperti halnya buku diari dan surat pribadi.***

 

 

Bagikan: