Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 21.7 ° C

Jutaan Burung Mati karena Tabrak Gedung Pencakar Langit

Tim Pikiran Rakyat
BURUNG menabrak gedung/DOK. PR
BURUNG menabrak gedung/DOK. PR

NEW YORK, (PR).- Sekitar 600 juta burung mati setiap tahun di Amerika Serikat setelah menghantam gedung-gedung tinggi menurut penelitian dari Cornell Lab of Ornithology. Kota-kota ini termasuk Chicago, Houston dan Dallas yang dinilai sangat mematikan.

Dilansir dari CNN Selasa 9 April 2019, burung dapat mengalami kebingungan karena cahaya gedung, sehingga menabrak dinding. Kebanyakan dinding bangunan yang terbuat dari kaca membuat burung-burung menderita cedera dan sering kali mati.

Masalah ini sering terjadi selama migrasi di musim semi dan gugur, ketika miliaran burung melewati AS, antara Kanada dan Amerika Latin. Hal ini disampaikan laboratorium ornitologi AS yang baru saja mengeluarkan daftar kota paling berbahaya untuk burung yang bermigrasi. Diperkirakan lebih dari setengah miliar burung mati dengan cara ini setiap tahun di Amerika. Chicago adalah tempat paling berbahaya bagi burung selama dua musim, diikuti oleh Houston dan Dallas. Di sana, burung yang menempuh ribuan mil perjalanan mati hanya dalam hitungan detik saat bertabrakan dengan bangunan kaca.

Kyle Horton, penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Ecology and the Environment minggu lalu. "Chicago, Houston, dan Dallas yang  berada di jantung Amerika Utara adalah pelintasan utama. Ketiga kota ini sekaligus menjadi beberapa kota terbesar di AS yang menjadi ancaman serius burung-burung migran, terlepas dari musim apa pun," katanya dalam pernyataan yang diposting online oleh The Cornell Lab of Ornithology.

Sulit untuk menghitung jumlah pasti burung yang menjadi korban. Namun, penelitian yang diterbitkan oleh The Condor: Aplikasi Ornitologi pada tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 1 miliar burung mati setiap tahun di AS."Besarnya tingkat kematian ini akan menempatkan bangunan berada pada setelah kucing liar, di antara sumber-sumber kematian langsung burung yang disebabkan manusia," laporan itu menyimpulkan.

Gedung tinggi pencakar langit berada pada pucuk masalah, menurut New York City Aubudon. Lembaga ini bertujuan untuk melindungi burung liar dan habitat alami mereka di kota. Masalah ini diperburuk oleh waktu migrasi, karena banyak burung terbang di malam hari. Burung- burung tersebut tertarik oleh cahaya gedung pencakar langit dalam gelap. Mereka rentan terhadap tabrakan, baik dengan satu sama lain atau dengan bangunan. Bagi sebagian burung, cahaya gedung terbukti sangat membingungkan mereka. Burung dapat kebingungan berjam-jam, akhirnya menjadi lelah dan mendarat di lingkungan yang tidak ramah. Burung juga bisa menjadi bingung oleh jendela dengan tanaman di belakangnya. Burung dapat mengira jendela itu adalah tempat pendaratan yang aman.

Kaca reflektif di sebelah kebun dan taman juga dapat terbukti bermasalah. Menurut New York City Audubon, yang menjalankan Project Safe Flight bahwa tak bisa menjanjikan tempat yang aman bagi burung. Dimulai pada tahun 1997, Project Safe Flight bergantung pada relawan untuk mencegah tabrakan. Program kerjasama, Lights Out New York, mendorong pemilik gedung tinggi untuk mematikan lampu selama dua musim migrasi. selain membantu melindungi burung juga dapat mengurangi biaya energi.

Pemilik rumah di daerah yang paling terkena dampak juga dapat mengambil peran, menurut Horton."Jika Anda tidak membutuhkan lampu menyala, matikan," sarannya. "Ini masalah besar, tetapi bertindak bahkan untuk mengurangi pencahayaan di tingkat lokal dapat memberikan perbedaan. Kami berharap bahwa pengurangan besar dalam polusi cahaya tingkat kota ada di langit. Kami senang bahkan tindakan skala kecil dapat membuat perubahan besar,” katanya. (JT-Fathini Sabrina Azzahra)***

Bagikan: