Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Konflik Perbatasan Kian Memanas, Sekretaris Departemen Keamanan AS Mundur

Tim Pikiran Rakyat
KIRSTJEN Nielsen/DOK. PR
KIRSTJEN Nielsen/DOK. PR

NEW YORK, (PR).- Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, Kirstjen Nielsen, telah mengundurkan diri pada Minggu (7/4) pukul 5 sore waktu setempat. Ia dikenal publik melalui beberapa kebijakan pemerintahan Trump yang paling kontroversial, zero tolerance terhadap imigran.  Menurut The Guardian, dalam sebuah kicauannya di Twitter pada Senin 8 April 2019, Donald Trump mengatakan,"Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen akan meninggalkan posisinya, dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas pelayanannya.”

Trump melanjutkan, “Saya dengan senang mengumumkan bahwa Kevin McAleenan, Komisaris Perlindungan Pabean dan Perbatasan AS saat ini, akan menjadi Penjabat Sekretaris. Saya yakin bahwa Kevin akan melakukan pekerjaannya dengan baik!" Posisi Nielsen memang sangat sulit selama dalam beberapa waktu. Pada November tahun lalu, kabar dari Gedung Putih menunjukkan dia akan keluar pada akhir tahun. Hal ini dikarenakan Trump yang marah terhadap kinerja Nielsen yang buruk.

Sebelum itu lagi, pada bulan Mei, New York Times melaporkan bahwa Trump telah mempermalukannya di depan seluruh kabinet. Trump mengkritiknya karena dinilai gagal mengurangi jumlah migran tidak berdokumen yang memasuki AS dari Meksiko. Surat kabar itu mengatakan bahwa Nielsen mempertimbangkan untuk berhenti.

Di kantor, Nielsen harus membela sejumlah kebijakan kontroversial Trump, termasuk tuntutannya yang semakin “gila” untuk tembok perbatasan. Kebijakannya ini telah  menyebabkan penutupan pemerintah selama 35 hari atas deklarasi darurat nasional untuk mengakses dana demi tembok itu. Perpisahan keluarga terjadi di perbatasan musim panas lalu, dinilai kejam oleh dunia.

Pada akhir Maret, McAleenan melakukan intervensi dalam debat publik tentang lonjakan pengungsi Amerika Tengah di perbatasan selatan dengan Meksiko. Ia mengatakan sistemnya telah mencapai "titik puncak". Pada hari Jumat, Nielsen menemani Trump ke perbatasan. "Memang ada keadaan darurat di perbatasan selatan kami," kata Trump di California. "Ini adalah gelombang besar, dan membanjiri sistem imigrasi kami. Kami tidak dapat menerima kalian lagi. Negara kami sudah penuh. "

Menurut CBS News, yang pertama kali melaporkan berita pengunduran diri Nielsen, pengunduran diri ini merupakan satu lagi kemenangan bagi Stephen Miller, penasihat senior sayap kanan di Gedung Putih. Miller dikenal konsisten mengarahkan presiden ke arah garis keras mengenai imigrasi. Kepergian Nielsen menambah laju percepatan anggota kabinet dan pejabat senior lainnya datang dan pergi dalam pemerintahan Trump yang bergejolak. Tujuh belas tokoh administrasi senior telah mengundurkan diri sejauh ini.

Dalam surat pengunduran dirinya, Nielsen terus menekan garis yang dia adopsi selama beberapa bulan. Baginya Kongres dan hakim federal yang bertanggung jawab atas kekacauan yang meningkat di perbatasan, bukan Trump.

Dia menulis: “Meskipun kemajuan kami dalam mereformasi keamanan tanah air untuk zaman baru, saya telah menentukan bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk minggir. Saya berharap bahwa sekretaris berikutnya akan mendapat dukungan dari Kongres dan pengadilan dalam memperbaiki undang-undang yang telah menghambat kemampuan kita untuk sepenuhnya mengamankan perbatasan Amerika dan yang telah berkontribusi pada perselisihan dalam wacana bangsa kita." (JT-Fathin Sabrina)***

Bagikan: