Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Sungai Terpapar Amonia, Pasokan Air Terganggu

Huminca Sinaga
ILUSTRASI pencemaran sungai.*/DOK. PRFM
ILUSTRASI pencemaran sungai.*/DOK. PRFM

KUALA LUMPUR, (PR).-  Sungai Sayong di Malaysia terpapar amonia dari limbah pabrik.

Seperti dilansir The Star, Jumat 5 April 2019, kandungan amonia yang tinggi di Sungai Sayong mengganggu pasokan air 17.000 rumah di kota Kulai, Johor, Malaysia.

Sungai Sayong terpapar polusi setelah waduk yang terletak di sebuah pusat biokomposit dekat pengilangan minyak kelapa sawit Sedenak meluap dan menyebabkan air tercemar mengalir ke sungai. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komite Perdagangan, Investasi dan Utilitas Internasional Johor, Jimmy Puah Wee Tse.

“Pada tanggal 3 April, pencemaran amonia terjadi … dimulai pada pukul 7 pagi akibat waduk rusak yang menyebabkan air yang mengandung amonia mengalir ke Sungai Sayong,” ungkapnya seperti yang dikutip oleh Malaysiakini.

Ia mengungkapkan bahwa air yang tercemar itu membuat tiga instalasi pengolahan air di Semangar, Sungai Johor, dan Tai Hong harus menghentikan operasi mereka.

Pihak berwajib telah mencabut izin pengambilan air mentah dan melayangkan denda kepada perusahaan pemilik pengilangan minyak tersebut, ungkap Puah seperti yang dilansir oleh The Star.

"Pemerintah Johor tidak akan berkompromi dengan pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Walau begitu, Puah tidak menyebutkan nama perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian ini ataupun jumlah denda yang harus mereka bayar.

Anggota Parlemen Kulai Teo Nie Ching, yang juga merupakan wakil menteri pendidikan Malaysia, mengatakan bahwa pengilangan minyak tersebut diperintahkan untuk memberhentikan produksi selama dua minggu.

“Perintah tersebut dikeluarkan oleh Badan Kawal Selia Air Johor (BAKAJ) dan Kementrian Lingkungan,” ujarnya seperti dikutip Channel News Asian.

Singapura ikut terdampak

Singapura juga sempat terkena dampak dari pencemaran amonia di Sungai Sayong.

Dewan Sumber Daya Air Nasional Singapura (PUB) mengatakan bahwa pengolahan air Johor River Waterworks (JRWW) harus dihentikan akibat kandungan amonia yang tinggi di Sungai Johor.

Meski begitu, PUB telah meningkatkan produksi di pusat desalinasi dan saluran air lokal untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

"Pasokan air di Singapura tidak terpengaruh," ungkap PUB.

"PUB mengawasi kualitas air mentah di Sungai Johor secara seksama dan akan kembali mengambil dan mengolah air mentah setelah kualitas air membaik," tambahnya.

Pada Jumat siang 5 April 2019 waktu setempat, 80 persen pasokan air di kota Kulai berhasil dikembalikan seperti semula.

Puah mengatakan bahwa pasokan air bersih membutuhkan waktu lebih untuk mencapai warga di dataran tinggi.

Warga sekitar juga mengonfirmasi bahwa pasokan air di rumahnya telah kembali mengalir. Kathleen Ann Kili (28) mengatakan bahwa air di kawasannya telah kembali mengalir meski tekanan air tidak sekuat biasanya.

“Tidak ada pasokan air sejak Kamis jam 3 sore. Saat saya terbangun hari (Jumat) ini jam 7 pagi, air mengalir lagi dari keran,” ujarnya.***

Bagikan: