Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 26.1 ° C

Lumpur Laut Mati Sangat Baik untuk Kesehatan

Sarnapi
WISATAWAN berenang tanpa takut tenggelam di Laut Mati dan sebagian lagi mencari lumpur laut yang diyakini baik untuk kesehatan maupun kecantikan.*/SARNAPI/PR
WISATAWAN berenang tanpa takut tenggelam di Laut Mati dan sebagian lagi mencari lumpur laut yang diyakini baik untuk kesehatan maupun kecantikan.*/SARNAPI/PR

APABILA berkunjung ke Yordania tentu destinasi wisata yang tak boleh ditinggalkan adalah Laut Mati. Terbentang antara Yordania dari timur ke barat melintasi wilayah Israel dan Palestina, Laut Mati merupakan danau terkurung daratan. 

Air Laut Mati dikenal sebagai yang paling asin di dunia sehingga kita bisa mengambang di Laut Mati tanpa bantuan pelampung.

Selain itu, keunikan lain posisi Laut Mati adalah 418 meter di bawah permukaan air laut sehingga merupakan tempat terendah di dunia. "Setiap tahun air laut mati turun sekitar semeter. Kalau dulu ketinggian air Laut Mati kata kakek saya sampai ke perbukitan atau sekitar 100 meter dari pantai yang sekarang," kata pemandu wisata Yordania, Mu'taz, Sabtu 6 April 2019.

Menurut National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA), mayoritas air laut berkadar garam sekitar 3,5 persen yang berasal dari bebatuan di darat yang terbasuh dan larut oleh kandungan asam pada air hujan hingga terbawa ke laut. Garam ini umumnya adalah natrium (Na) dan klorida (Cl) yang kemudian terakumulasi di laut sebagai garam.

Namun, kandungan garam di laut pada umumnya itu hanya seperti setetes air di ember dibandingkan kandungan garam Laut Mati. NOAA memperkirakan air di Laut Mati memiliki kadar garam lima hingga sepuluh kalinya air laut biasa. Salinitas meningkat seiring makin dalamnya air. Di kedalaman di bawah 100 meter, air di Laut Mati sedemikian pekat dan garam menumpuk di dasar laut.

"Dengan kadar garam yang tinggi sehingga tak ada kehidupan hewan di Laut Mati," kata Mu'taz lagi.

Potensi Laut Mati di antaranya lumpur dipakai pata wisatawan untuk melumuri sekujur tubuhnya sebab memiliki khasiat kesehatan bagi kulit. "Bahkan sudah lama berdiri pabrik kosmetik yang memanfaatkan potensi alam Laut Mati," ujarnya.

Dia mewanti-wanti peziarah Jejak-jejak Rasul (JJR) Amourea termasuk jemaah Khalifah Tour agar saat berenang air laut tak boleh terkena mata sebab sangat perih. "Kalau gak ingin susah mengambil lumpur Laut Mati, maka bisa membeli di penjual dekat pantai dengan harga 5 Dollar AS (sekitar Rp 75.000)," katanya.***

Bagikan: