Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Fosil Paus Berkaki Empat, Kunci Jawaban Bagaimana Mereka Menjelajahi Lautan

Huminca Sinaga
PENEMUAN terbaru membuktikan bahwa nenek moyang paus dapat berenang berhari-hari sambil mengembangkan kemampuan untuk hidup di darat.*/CELLPRESS
PENEMUAN terbaru membuktikan bahwa nenek moyang paus dapat berenang berhari-hari sambil mengembangkan kemampuan untuk hidup di darat.*/CELLPRESS

LONDON, (PR).- Fosil paus purba berkuku dan berkaki empat telah ditemukan. Penemuan itu menjadi hal baru untuk mengetahui lebih dalam bagaimana hewan terbesar di Bumi itu berevolusi dan berpindah dari darat ke laut.

The Guardian melaporkan, Jumat 4 April 2019, fosil raksasa berusia 42,6 juta tahun tersebut ditemukan di sedimen laut di sepanjang pantai Peru.

Dari bentuknya, mahluk purba tersebut terlihat telah beradaptasi untuk hidup sebagai amfibi. Bentuk kaki serta kuku-kukunya menunjukkan bahwa ia sanggup menahan beban dari tubuhnya yang berukuran 4 meter dan berjalan di darat.

Fitur anatomi lain yang dia miliki adalah ekor yang kuat dan kaki berselaput yang mirip berang-berang. Dapat disimpulkan bahwa dia adalah perenang kuat.

"Paus merupakan contoh evolusi yang ikonik," kata Travis Park, ahli paus kuno di Natural History Museum di London.

Dia merupakan salah satu ilmuwan yang terlibat darlam penetilitan ini. “Mereka berevolusi dari mamalia kecil berkuku ke paus biru yang ada sekarang. Sangat menarik ketika melihat bagaimana cara mereka menaklukkan lautan,” ujarnya.

Sebelum penemuan tersebut, nenek moyang paus berkaki empat yang lebih tua dan berukuran lebih kecil telah terlebih dulu teridentifikasi. Namun, spesimen terakhir itu mengisi celah penting dalam pengetahuan tentang bagaimana makhluk berevolusi dan menyebar ke seluruh lautan di dunia.

"Spesimen dari masa sekarang lebih terpisah-pisah, kurang lengkap. Kami tidak memiliki indikasi yang jelas akan kemampuan berenang dan berjalan mereka," ," ujar Olivier Lambert, ilmuwan di Royal Belgian Institute of Natural Sciences dan orang yang memulai penelitian tersebut.

Spesimen terbaru membuktikan bahwa paus purba dapat berenang selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu sekaligus mempertahankan kemampuan mereka untuk berkeliling di darat.

"Meski bisa berenang di air tanpa masalah, ia masih memiliki kuku kecil di jari tangan dan kaki," kata Park.

Dia juga mengatakan, kemampuan paus purba berada di darat lebih baik ketimbang anjing laut. Giginya yang tajam dan moncongnya yang panjang menunjukkan bahwa makanan paus purba bisa jadi ikan atau hewan laut sejenis udang dan kepiting.

Lokasi penemuan terbaru juga perlu diselidiki. Sebelumnya, leluhur paus yang terdahulu berasal dari 53 juta tahun lalu. Fosil mereka ditemukan di India dan Pakistan.

Sampai sekarang para ilmuwan telah memperdebatkan kapan dan bagaimana awalnya paus menyebar ke benua Amerika dan sekitarnya.

Menyeberangi Samudera Atlantik

Fosil di Peru menunjukkan bahwa paus pertama menyeberangi Samudera Atlantik Selatan dibantu oleh arus barat. Hal itu didukung fakta bahwa pada saat itu, jarak antara dua benua lebih pendek setengahnya dari sekarang.

Beberapa tulang belakang ekor terakhir hilang. Oleh karena itu, tidak jelas apakah ekor makhluk itu merupakan dayung besar atau bukan karena beberapa paus modern memiliki daya berenang dengan kecepatan lebih dari 48 km per jam. Karena itu, mereka disebut perenang ulung yang mampu bertahan selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu di laut.

Fosil itu digali pada 2011 oleh tim internasional, termasuk anggota dari Peru, Prancis, Italia, Belanda, dan Belgia. Fosil tersebut dinamakan Peregocetus pacificus, yang berarti paus pengelana yang mencapai Samudera Pasifik.

Menurut Lambert, ada kemungkinan bahwa paus awalnya kembali ke darat untuk melakukan hal tertentu seperti kawin dan melahirkan anak.

Paus air baru ada sekira 41 juta hingga 35 juta tahun lalu. Keberadaan mereka mengisi ceruk ekologis bersama reptil laut terakhir dan dinosaurus yang punah 66 juta tahun lalu.***

Bagikan: