Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah, 22 ° C

Toko Buku Bangkrut Gara-gara Komik Digital

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi buku komik.*/REUTERS
FOTO ilustrasi buku komik.*/REUTERS

LONDON, (PR).- Salah satu korban dari maraknya komik digital adalah toko Junky Comics yang berada di West End, London. Toko buku tersebut terpaksa menutup tokonya karena makin sedikitnya pembeli yang datang.

Pemilik tokonya sendiri, Edirippulige, sempat menaruh harapan tinggi komik-komik di tokonya akan laris setiap Natal tiba, saat banyak orang saling bertukar hadiah. Akan tetapi, hari untuk saling bertukar hadiah itu tidak menghasilkan apa-apa pada tokonya.

Dilansir ABC News Australia, Minggu 24 Maret 2019, sebenarnya, bisnis kecil seperti komik indie, novel grafis, dan karya-karya lain dari seniman lokal disediakan untuk mengisi celah dalam industry kreatif kota itu. Meskipun, untuk sekarang, sangat tidak mungkin bagi mereka berkompetisi dengan para pengecer yang berbasis di Amazon dan Book Depository.

Edirippulige pun menambahkan bahwa banyak dari para penjual komik cetak yang terlilit hutang. “Bagaimana saya bisa bersaing dengan para penjual daring itu? Saya menjual buku dengan harga $49 sedangkan di Book Depository mereka dapat menjualnya dengan harga $30,” ungkapnya.

Para pembeli pun biasanya hanya datang untuk mengambil gambar buku yang mereka inginkan, lalu kemudian mereka mencarinya lewat daring.

Pakar inovasi bisnis Universitas Queensland, Dr Sarel Gronum, mengatakan toko buku komik menghadapi kesulitan besar dari dominasi pengecer digital.

"Hal Ini bukanlah sebuah gangguan selewat saja, akan tetapi hal ini juga mempengaruhi para pengecer besar dan penjual kecil-kecilan di industri ini," kata Dr Gronum kepada ABC News.

Persaingan harga

Dia juga menambahkan, "Ancaman terbesar adalah persaingan harga. Mereka menurunkan harga marginal mereka hingga toko yang menjualnya secara langsung tidak dapat bersaing.”

Selain itu, di Brisbane, toko Comic Etc bahkan sampai memotong harga mereka agar dapat bersaing dengan Amazon.

Manajer toko mereka, James Jagic, mengatakan bahwa keputusan itu sangat beresiko. Walaupun masih dapat membuat toko mereka bertahan akan tetapi ancaman dari toko daring masih ada.

“Hal ini sangat menyedihkan. Setelah dua tahun membuka toko di Brisbane, sekarang kami hanyalah satu-satunya yang tersisa. Dalam urusan pemotongan harga Amazon melakukannya dengan baik. Tidak seperti kami yang masih harus memikirkan biaya sewa dan gaji pegawai, sepertinya kami meamgn tidak dapat bersaing lagi, ” ungkapnya.

Comic Etc menjual berbagai mainan figur dan komik pahlawan super selama 30 tahun lamanya. Mereka bisa saja gulung tikar tahun lalu jika mereka tidak membuka penjualan secara daring lima tahun lalu.

"Kami melihat pangsa pasar kami berubah. Awalnya kami hanya mendapat untung sekitar 10-20% dari [penjualan] daring, sekarang angkanya mencapai 50%. Terkadang penjualan daring menghasilkan lebih banyak laba ketimbang yang ada di toko,” ujarnya.

Belum terkalahkan

Dr Gronum mengatakan toko komik cetak hanya bisa bertahan jika mereka mengubah pendekatan penjualan mereka sampai ke akarnya. 

"Mereka perlu melihat menarik posisi bernilai tinggi ... itu adalah kunci untuk kelangsungan hidup dan potensi pertumbuhan mereka," katanya.

Pemilik toko komik berpendapat bahwa pengalaman berada di toko komik masih belum terkalahkan.

"Sebenarnya pengalaman melihat-lihat rak atau meminta seseorang merekomendasikan sesuatu untuk Anda adalah sebuah hal yang istimewa," kata Edirippulige.

"Terutama di kancah komik lokal, kami memiliki banyak hal untuk diberikan dan kami membutuhkan tempat-tempat seperti ini untuk tetap hidup agar orang dapat terus berkarya.”

Ilustrator Niqui Toldi, yang menjual karya seninya melalui Junky Comics, mengatakan bahwa penutupan toko di West End adalah sebuah kerugian besar.

"Junky jelas membantu saya menemukan para pembaca yang tidak dapat saya cari sendiri. Ruang ini membantu saya membuat komunitas komik lokal dan mendorong kreatifitas seniman komik lainnya," katanya.

Untuk saat ini Junky Comics telah memilih beroperasi secara online.***

Bagikan: