Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 22.3 ° C

Salju Mencair, Mayat-mayat Bermunculan

Tim Pikiran Rakyat
Jasad pendaki dikatakan muncul di Camp 4 terutama karena tanahnya yang rata.*/DOMA SHERPA/BBC
Jasad pendaki dikatakan muncul di Camp 4 terutama karena tanahnya yang rata.*/DOMA SHERPA/BBC

KATHMANDU, (PR).- Hampir 300 pendaki gunung tewas di puncak sejak upaya pendakian pertama dan dua pertiga mayat diperkirakan masih terkubur di salju dan es.

Jasad para pendaki dipindahkan di sisi gunung yang berada di teritori Tiongkok di utara, saat musim semi dimulai.

Lebih dari 4.800 pendaki telah mendaki puncak tertinggi di bumi itu.

"Karena pemanasan global, lapisan es dan gletser mencair dengan cepat dan jasad yang terkubur selama bertahun-tahun kini muncul," kata Ang Tshering Sherpa, mantan presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal seperti dilaporkan BBC.

GUNUNG Everest/REUTERS

"Kami telah membawa turun jasad beberapa pendaki gunung yang meninggal dalam beberapa tahun terakhir, tetapi yang lama terkubur sekarang keluar," ujarnya.

Seorang pejabat pemerintah yang bekerja sebagai petugas penghubung di Everest menambahkan, "Saya telah mengambil sekira 10 jasad dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai lokasi di Everest dan jelas semakin banyak dari mereka yang muncul sekarang," ucapnya.

Sementara itu, di sisi lain Gunung Everest di wilayah Nepal, pejabat Asosiasi Operator Ekspedisi Nepal (EOAN) mengatakan mereka menurunkan semua tali dari kamp yang lebih tinggi di pegunungan Everest dan Lhotse pada musim pendakian ini, tetapi berurusan dengan jasad tidaklah mudah.

GUNUNG Everest/REUTERS

Mereka menunjuk pada hukum Nepal yang mengharuskan keterlibatan lembaga pemerintah ketika berhadapan dengan jenazah dan mengatakan hal itu adalah tantangan.

"Masalah ini perlu diprioritaskan oleh pemerintah dan industri pendakian gunung," kata Dambar Parajuli, Presiden EOAN.

"Jika mereka bisa melakukannya di sisi Everest di Tibet, kami bisa melakukannya di sini juga," ujarnya.

Pendaki profesional

Pada 2017 silam, tangan seorang pendaki yang meninggal muncul di atas tanah di Camp 1.

Operator ekspedisi mengatakan mereka mengerahkan pendaki profesional dari komunitas Sherpa untuk memindahkan jasad pendaki itu.

Pada tahun yang sama, jasad pendaki lain muncul di permukaan Gletser Khumbu. Dikenal sebagai Air Terjun Khumbu, tempat itu adalah lokasi sebagian besar jasad muncul dalam beberapa tahun terakhir, kata para pendaki gunung.

Lokasi lain tempat jasad para pendaki bermunculan adalah daerah Camp 4, juga disebut South Col, yang relatif datar.

"Tangan dan kaki mayat telah muncul di basecamp juga dalam beberapa tahun terakhir," kata seorang pejabat dengan organisasi nonpemerintah yang aktif di wilayah tersebut.

"Kami memperhatikan bahwa level es di dan sekitar base camp telah turun, dan itulah sebabnya mayat-mayat itu menjadi terbuka," ujarnya.***

Bagikan: