Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.4 ° C

Korban Penembakan Christchurch Mulai Dimakamkan

Endah Asih Lestari
PEMAKAMAN korban teror di Kota Christchurch, Selandia Baru, mulai dilakukan, Rabu, 20 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS
PEMAKAMAN korban teror di Kota Christchurch, Selandia Baru, mulai dilakukan, Rabu, 20 Maret 2019 waktu setempat.*/REUTERS

CHRISTCHURCH, (PR).- Pemakaman pertama korban penembakan di dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, yang menewaskan 50 orang, mulai berlangsung, Rabu, 20 Maret 2019 siang waktu setempat di Pemakaman Christchurch Memorial Park. Para relawan ikut terlibat membantu proses pemakaman dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

Disitat dari BBC, pejabat kota Christchurch mengeluarkan panduan ketat kepada media massa menjelang proses pemakaman dan meminta agar keluarga korban dibiarkan sendirian.

"Jenazah akan dibawa ke lokasi, dibawa ke tenda pribadi yang telah dijadikan sebagai area keluarga," kata juru bicara dewan kota.

REUTERS

Tradisi Islam menyerukan agar jenazah sesegera mungkin dimakamkan. Akan tetapi, proses pemakaman korban tembakan tertunda karena proses identifikasi.

"Setelah disalatkan dalam waktu yang pendek, keluarga dan kawan-kawannya akan membawa jenazah ke liang, tempat jenazah akan diletakkan," tambahnya.

Pemeriksaan selesai

Sementara itu, Kepolisian Selandia Baru Rabu ini juga menyebutkan identitas enam korban penembakan di masjid Al Noor. Pimpinan kepolisian setempat, Komisaris Mike Bush, mengatakan bahwa 21 mayat telah selesai diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga. 

Dengan demikian, pemeriksaan post-mortem terhadap 50 jenazah sudah selesai. Namun, beberapa keluarga menyatakan frustrasi dengan proses identifikasi yang beberapa kali tertunda. 

REUTERS

Mohamed Safi (23), anak korban penembakan, Matiullah Safi, mengeluhkan kurangnya informasi. "Mereka hanya mengatakan bahwa mereka sedang melakukan prosedur mereka. Mengapa saya tidak tahu apa yang dilakukan mereka dalam mengidentifikasi jenazah?" ucapnya kepada Kantor Berita AFP.***

Bagikan: