Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Jam Pintar Apple Dapat Mendeteksi Detak Jantung

Huminca Sinaga

JAM pintar Apple.*/ROBERT GALBRAIT/REUTERS
JAM pintar Apple.*/ROBERT GALBRAIT/REUTERS

SAN FRANSISCO, (PR).- Hasil penelitian menunjukkan bahwa jam pintar Apple dapat mendeteksi detak jantung tidak teratur.

Meski masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk melihat apakah produk ini dapat membantu melindungi masalah jantung, para peneliti menyebut hasil penelitian ini cukup menggembirakan.

Dilansir laman The Guardian, Minggu 17 Maret 2019 hasil penelitian menunjukkan Apple Watch dapat mendeteksi detak jantung tidak teratur yang mengkhawatirkan. Namun, para ahli mengatakan, lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk mengetahui apakah menggunakan teknologi yang dapat dipakai tersebut untuk menyaring masalah jantung, benar-benar membantu.

Lebih dari 419.000 pengguna Apple Watch mendaftar untuk penelitian ini, yang didanai oleh Apple dan yang terbesar yang mengadakan penyelidikan terhadap orang-orang yang tampaknya sehat untuk atrial fibrilasi (A-fib), suatu kondisi yang jika tidak ditangani pada akhirnya dapat memicu stroke.

Peneliti Universitas Stanford melaporkan pada hari Sabtu bahwa jam pintar Apple memperingatkan hanya 0,5% dari peserta - sekitar 2.100 - bahwa mereka mungkin memiliki masalah.
Bahkan di antara yang ditandai, diagnosis arloji pintar itu tidak sempurna, kata Dr Richard Kovacs dari American College of Cardiology, yang tidak terlibat dengan penelitian ini.

Orang yang menerima peringatan seharusnya berkonsultasi dengan dokter studi melalui telemedicine, dan kemudian memakai patch EKG untuk mengukur aktivitas jantung untuk minggu berikutnya. Beberapa melewatkan pemeriksaan virtual untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sendiri. 

Secara keseluruhan, sekitar 57% mencari perhatian medis. Di antara mereka yang mendapat pemantauan EKG melalui penelitian ini, sepertiganya mengalami fibrilasi atrium, menurut hasil awal yang dipresentasikan pada konferensi American College of Cardiology di New Orleans.

Kondisi a-fib cenderung datang dan pergi, dan hasil pemantauan selama seminggu, mungkin telah melewatkan beberapa kasus, kata ketua peneliti Stanford, Dr Mintu Turakhia. Akan tetapi, jika arloji pintar mendeteksi detak jantung tidak teratur lainnya, maka ini terjadi ketika seseorang mengenakan patch EKG. Hasilnya, 84% dari hasil deteksi jam pintar itu benar-benar a-fib, kata Dr Mintu.

“Lewar studi ini, kami percaya bisa memberikan bukti yang sangat menggembirakan bahwa perangkat, Apple Watch, dapat digunakan untuk mendeteksi a-fib dan menunjukkan kepada orang-orang kapan pemantauan atau pengujian tambahan mungkin diperlukan,” kata Dr Lloyd Minor, dekan kedokteran Stanford.***

Bagikan: