Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Aksi Pria Manchester untuk Warga Muslim Tuai Pujian

Huminca Sinaga
ANDREW Graystone berdiri di depan Masjid Madinah, Manchester, Inggris dengan membawa kertas bertuliskan pesan persahabatan, Jumat waktu setempat.*/TWITTER
ANDREW Graystone berdiri di depan Masjid Madinah, Manchester, Inggris dengan membawa kertas bertuliskan pesan persahabatan, Jumat waktu setempat.*/TWITTER

ANDREW Graystone berdiri di depan Masjid Madinah di Manchester sambil menyerukan "persahabatan dibanding ketakutan" sebagai respons atas penembakan Masjid Christchurch di Selandia Baru. Dilansir The Guardian, pria yang berasal dari Levenshulme tersebut terlihat membawa sebuah papan kardus bertuliskan: "Kalian adalah temanku. Saya akan berjaga selama kalian beribadah."

"Ada dua cara dalam menanggapi serangan seperti ini, bisa merespons dengan ketakutan atau merespons dengan persahabatan," ujarnya seperti dilansir The Guardian.

Andrew mengatakan bahwa dirinya berdiri di depan Masjid Medina saat waktu salat Jumat karena ia ingin menyebarkan pesan bahwa kita bisa menanggapi peristiwa ini dengan kebersamaan. Dirinya merasa tergerak setelah mendengar kabar serangan teror di Selandia Baru Jumat, 15 Maret 2019.

"Saya berpikir, bagaimana rasanya menjadi Muslim yang pergi beribadah hari ini? Saya akan merasa campur aduk antara kebencian dan ketakutan."

Di saat negara lain bersiap untuk menghadapi serangan yang serupa, Andrew memutuskan untuk meyakinkan jemaah masjid bahwa mereka aman. "Saya mengambil sebuah papan, menuliskan pesan saya, pergi ke masjid di daerah Barlow Road, dan berdiri di luar (masjid)."

Pada saat itu, pria tersebut menyapa tiap Jemaah masjid yang datang. Banyak orang yang awalnya curiga. Dia menceritakan bahwa banyak orang menyangka ia sedang melakukan protes di depan masjid. Namun, setelah mereka mengetahui maksud perbuatannya, para jemaah masjid terharu dibuatnya. "Dan setelah mereka melihat pesan bertuliskan 'Kalian adalah temanku', mereka menangis terharu dan tersenyum."

Andrew sendiri merupakan seorang pengelola sebuah badan amal Kristiani dan pernah memimpin perkumpulan pemuka agama di London tahun 2012 silam. Foto Andrew yang memegang papan seruan tersebar luas di dunia maya. Dirinya terkejut saat mengetahui fotonya mendapat banyak pujian di media sosial.

"Saya menerima sekitar 100.000 pesan selama 24 jam terakhir, dan sedikit yang isinya negatif," kata Andres.

Salah satu pujian dilayangkan oleh seorang atlit paralimpiade, Baroness Tanni Grey-Thompson. Melalui akun Twitter miliknya ia menulis: "Saya menangis. Banyak orang baik di luar sana."

Anggota DPR di Manchester, Afzal Khan, juga mengungkapkan pujian untuk Andrew di Twitter. "Luar biasa melihat solidaritas yang ditujukan oleh warga Manchester kepada komunitas Muslim di hari yang menyedihkan ini. Terima kasih sudah memperlihatkan bahwa kita kuat saat bersama."

Andrew berkata bahwa dirinya hanya berusaha membantu sebisanya dan tidak mengharapkan jadi terkenal di internet. "Saya tidak mengharapkan orang lain selain jemaah Masjid Madinah mengetahui hal ini," ungkap Andrew.

"Namun, saya rasa ada perbuatan kecil yang dapat dilakukan semua orang untuk mengekspresikan persahabatan daripada takut kepada kawan, dan tetangga, dan kolega Muslim. Jadi, saya hanya melakukan satu perbuatan kecil," tutur Andrew.***

Bagikan: