Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 19.1 ° C

Air New Zealand Kehilangan Sosok Lilik Hamid

Huminca Sinaga
LILIK Abdul Hamid.*/FACEBOOK
LILIK Abdul Hamid.*/FACEBOOK

CHRISTCHURCH, (PR).- Beberapa WNI juga turut menjadi korban dalam serangan teroris di dua masjid di New Zealand. Data Kemenlu Indonesia menyebutkan terdapat sekitar tujuh WNI yang berada di kedua masjid saat terjadi peristiwa tersebut.

Sebanyak empat orang telah dinyatakan selamat, dua orang terluka yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit, dan satu orang meninggal dunia atas nama Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid yang bermigrasi ke Selandia Baru sejak 16 tahun lalu.

Dilansir laman NZ Herald,  Minggu, 17 Maret 2019, ayah dua anak yang populer di kalangan kolega kantornya itu bekerja sebagai teknis untuk Air New Zealand. Otoritas Air New Zealand telah mengkonfirmasi bahwa Lilik Abdul Hamid, teknisi perawatan pesawat di Christchurch, berada di masjid pada saat serangan.

Lilik yang sudah lama menetap di Christchurch itu meninggalkan dua anak dan seorang istri. Direktur Utama Air NZ, Christopher Luxon mengatakan, pihaknya sangat berduka karena kehilangan salah seorang karyawannya yang berdedikasi. 

"Lilik telah menjadi bagian yang berharga dari tim teknik kami di Christchurch selama 16 tahun ini. Namun, sebelum ini, dia telah mengenal kami saat dia masih bekerja sebagai teknisi pesawat di luar Selandia Baru," katanya.

"Persahabatan yang dibuatnya pada saat itu membawanya untuk melamar pekerjaan di Air New Zealand dan pindah ke Christchurch. Kehilangannya akan sangat dirasakan oleh tim kami," ujar Luxon seperti dikutip laman NZ Herald.

"Lilik, istrinya Nina dan anak-anak mereka Zhania dan Gerin dikenal baik oleh tim teknisi kami dan keluarga kami. Kami satu tim punya hubungan erat. Tim kami sekarang melakukan semua yang bisa kami lakukan untuk mendukung keluarga Lilik," kata Luxton.

Masih kata Luxon, sejumlah karyawan Air New Zealand lainnya juga ikut kehilangan sejumlah kerabat dan teman  dalam serangan tersebut. "Banyak keluarga lain, termasuk keluarga dari beberapa anggota tim kami yang lain, yang juga kehilangan orang yang dicintai dalam tragedi ini, dan komunitas Muslim dan Christchurch yang lebih luas," tuturnya.

"Seperti banyak orang lain di sini di Selandia Baru dan di seluruh dunia, saya terkejut dengan peristiwa Jumat. Selandia Baru selama ini terkenal secara internasional sebagai negara teraman dan sangat menerima semua orang dari seluruh dunia. Serangan ini benar-benar telah melukai kami dan negeri kami," ujar Luxon.***

Bagikan: