Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Jutaan Orang Terancam Miskin di Masa Tua

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi kawasan miskin.*/REUTERS
FOTO ilustrasi kawasan miskin.*/REUTERS

LONDON, (PR).-  Sebuah laporan tentang usia lansia di Inggris menunjukan warga setempat berisiko hidup tak sejahtera di masa tua mereka. Dilansir The Guardian, Kamis 14 Maret 2019, sebagian dari mereka berisiko menghabiskan masa tuanya dalam keadaan miskin dengan kesehatan yang buruk.

Perubahan drastis dalam lingkup demografis sedang terjadi di Inggris. Jumlah warga yang berusia 65 tahun atau lebih meningkat hingga 40% dalam dua dekade, dan diperkirakan akan mencapai angka 17 juta di tahun 2036.

Rumah tangga yang memiliki anggota keluarga berusia 85 tahun pun semakin menjamur ketimbang kelompok usia lain.

Walaupun angka harapan hidup meningkat, laporan tersebut memperingkatkan bahwa jutaan orang terancam kehilangan kehidupan yang layak. Hal tersebut dipengaruhi dengan meningkatnya tekanan pada layanan kesehatan, pemerintah lokal, dan keuangan pemerintah.

“Masa tua memang tidak dapat dipungkiri, tapi cara kita menua kemungkinan bisa. Masalah penyakit kronis, kesehatan mental, disabilitas, dan lainnya dapat dikurangi jika kita membenahi infrastuktur, ekonomi dan buruknya kesehatan sosial terlebih dahulu,”  ujar Dr. Anna Dixson, kepala eksekutif Centre for Ageing Better menjelaskan.

Berdasarkan laporan Centre Ageing Better yang berjudul The State of Ageing in 2019,  disebutkan bahwa pada saat ini, setidaknya mereka yang sejahtera di atas umur 50-an tahun bebannya lebih besar dibandingkan yang tidak. Pasalnya, kebanyakan yang telah hidup makmur di usia lebih muda, lebih gampang terserang penyakit. Di masa muda mereka ini juga terlalu banyak bekerja sehingga angka harapan hidup menjadi lebih pendek.

Kesehatan yang buruk

Penelitian ini menyatukan sumber data yang tersedia di publik untuk mengungkap perbedaan orang-orang dalam menghadapi masa tua.  Dengan bergantung pada faktor-faktor seperti di mana mereka tinggal, berapa banyak uang yang mereka miliki, jenis kelaminnya atau etnis mereka.

Orang yang usiannya mencapai 65 tahun memiliki harapan hidup setengah dari usianya jika ia berada di daerah yang kurang makmur. Kesehatan yang buruk adalah penyebab utama orang-orang keluar dari pekerjaan sebelum waktunya dan dapat memengaruhi kualitas hidup dan akses layanan kesehatan.

Orang-orang yang ada diambang kemiskinan berisiko tiga kali lebih cepat untuk meninggalkan pekerjaanya karena masalah kesehatan. Sebanyak 39% nya adalah kaum pria dan 31% nya wanita. Laporan tersebut juga menunjukan bahwa diantara orang-orang yang berusia 50 tahun, 64,23% diantaranya memiliki tiga kali atau lebih kesempatan kesehatan jangka panjang.

Penyakit yang biasanya diderita oleh mereka yang berusia lebih dari 50 tahun dan berada di garis kemiskinan adalah penyakit jantung, diabetes dan radang sendi.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kemiskinan di kalangan pensiunan meningkat untuk pertama kalinya sejak 2010 dan lebih sering terjadi pada perempuan, kelompok etnis kulit hitam, Asia, dan minoritas.

Setidaknya 1,3 juta lebih warga inggris berusia 55 tahun tinggal di rumah yang tidak layak untuk kondisikesehatan.

Otoritas the Center of Ageing Better menyerukan pada pemerintah, pemilik usaha dan badan amal untuk memikirkan kembali solusinya agar masalah ini tidak menumpuk kedepannya.

"Laporan ini merupakan peringatan bagi kita semua. Banyak orang-orang di usia 50-an dan 60-an, terutama mereka yang kurang mampu, tidak mendapatkan kualitas kehidupan yang mereka harapkan atau pantasdidapatkan," kata Dixon sepert dikutip The Guardian.***
 

Bagikan: