Pikiran Rakyat
USD Jual 14.603,00 Beli 14.303,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Greta Thunberg Ajak Ratusan Ribu Pelajar Bolos untuk Demo Kerusakan Alam

Huminca Sinaga

GRETA Thunberg.*/TWITTER
GRETA Thunberg.*/TWITTER

LONDON, (PR).- Ratusan ribu anak-anak di 105 negara meninggalkan kelas mereka, Jumat 15 Maret 2019, untuk berunjuk rasa terkait kerusakan alam. Dilansir The Guardian, gerakan ini adalah suatu bentuk protes terhadap ketidakbecusan pemerintah dalam mengatasi kerusakan ekosistem.

Anak-anak dari puluhan ribu sekolah di lebih dari 100 negara tersebut akan ambil bagian dalam aksi ini. Greta Thunberg, seorang anak berusia 16 tahun asal Swedia lah yang memulai unjuk rasa ini. 

Aksi yang akan dilakukan pada hari Jumat ini (Sabtu WIB) diperkirakan akan menjadi aksi terbesar sebagai bukti bahwa Bumi sedang darurat perubahan iklim. Amnesty Internasional, sebuah organisasi HAM non kepemerintahan, memperingatkan bahwa kegagalan pemerintah dunia untuk mengatasi krisis bisa menjadi salah satu pelanggaran hak asasi manusia antar-generasi terbesar dalam sejarah.

Kumi Naidoo, sekretaris jendral dari organisasi tersebut menyatakan, “Kejadian ini patut disayangan karena anak-anak itu harus mengorbankan waktu belajar mereka di sekolah untuk menuntut masalah yang disebabkan oleh orang dewasa. Walaupun begitu, mereka tampaknya sudah mengerti konsekuensi dari hal ini untuk diri mereka dan generasi selanjutnya. Kejadian ini dapat menjadi sebuah momen untuk refleksi diri sendiri untuk para politikus.”
 
Di Inggris, ada lebih dari 10.000 anak-anak turun ke jalan bulan lalu. Para penyelenggara aksi berharap jumlah itu akan bertambah di aksi selanjutnya yang akan membuat 100 acara dan melibatkan ratusan sekolah dari seluruh negeri.

Anna Taylor (17), yang ikut mendirikan komunitas pengendalian iklim pelajar Inggris, mengatakan: "Orang-orang muda di Inggris telah menunjukkankekecewaannya pada kurangnya kepedulian pemerintah dalam perubahan iklim.Mereka yang berkuasa tidak hanya mengkhianati kita, dan merampas masa depan kita, tetapi juga bertanggung jawab atas krisis iklim yang berlangsung di seluruh dunia." Taylor juga mengungkapkan bahwasejauh ini Inggris tidak terlalu terkena dampak krisis.

Menginspirasi

Di Skotlandia, Guardian memaparkan bahwa aksi tersebut akan berlangsung di 19 lokasi yang berbeda. Lokasinya berada di Uist Selatan di di Outer Hebrides hingga St Andrews di pantai timur. Titik temu para pengunjuk rasa itu diperkirakan berlokasi di George Square di Glasgow dan di luar gedung parlemen Skotlandia di Edinburgh.

Salah satu anak sekolah yang paling berpengaruh dalam aksi ini di Inggris, Holly Gillibrand, akan ambil bagian, setelah melakukan aksi mingguan di luar sekolahnya di Fort William, di Scottish Highlands. "Ini akan sangat mengesankan," kata Gillibrand dari gerakan School Strike for Climate, "dan ini sangat menginspirasi bahwa semuanya dimulai dengan Greta yang melakukannya seorang diri.”

Menurut pihak Scottish Green, sembilan dewan yang juga meliputi 16 dari 21 lokasi di Skotlandia mengetahui bahwa para pelajar ikut serta dalam gerakan ini. Mereka memberikan sebuah tanggapan bahwa pelajar-pelajar yang berunjuk rasa itu tidak akan diberi hukuman.

Di Belgia, ribuan pekerja akan mogok untuk bergabung dengan aksi para pelajar di Antwerpen, Bruges dan Liège, sebelum turun ke jalan diBrussels untuk demonstrasi besar-besaran.

Pekerja kerah putih dan biru sedang dimobilisasi di seluruh wilayah Flemish-Francophone, setelah diminta oleh Youth For Climate, yang telah mengorganisir demonstrasi mingguan hingga 35.000 orang sejak Januari.

Gina Heyrman seorang juru bicara untuk 1,6 juta anggotaserikat dagang sosialis ABVV-FGTB berkomentar bahwa aksi ini memiliki sebuah kesamaan dengan aksi unjuk rasa di Paris pada tahun 1968.***
 

Bagikan: