Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Brenton Tarrant akan Disidang Besok, Sabtu, 16 Maret

Huminca Sinaga
DOK. DAILYMAIL
DOK. DAILYMAIL

CHRISTCHURCH, (PR).- Pelaku serangan teror di dua masjid di Christchurch yang dipastikan bernama Brenton Tarrant asal Australia, akan menjalani sidang perdana besok, Sabtu, 16 Maret 2019, waktu setempat. Dia didakwa melakukan pembunuhan dan terorisme.

Dilansir The Guardian, Jumat, 15 Maret 2019, pada akun Twitternya yang sekarang dihapus, Tarrant mengunggah beberapa foto peluru serta tautan yang menunjukkan manifesto tindakannya.

Dokumen setebal 74 halaman itu diawali dengan mengutip puisi Dylan Thomas. Judulnya, Do Not Go Gentle into That Good Night

Namun, setelah mengutip puisi tersebut, manifesto Tarrnt dipenuhi dengan celotehan tentang genosida terhadap kulit putih.

Tarrant menguraikan motivasi aksinya, termasuk untuk "menciptakan suasana ketakutan" dan "menghasut kekerasan" terhadap Muslim. Tarrant diyakini berasal dari kota Grafton, utara New South Wales, Australia. 

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Selandia Baru Mike Bush dalam jumpa pers menambahkan bahwa tiga orang telah ditahan terkait serangan teror tersebut. Salah seorang di antaranya, pria kelahiran Australia berusia 29 tahun, besok (Sabtu) akan disidangkan dengan dakwaan pembunuhan dan terorisme. 

Sementara dua orang lainnya, masih diselidiki apakah memiliki peranan dalam serangan tersebut, atau hanya kebetulan lewat dan membawa senjata tanpa dokumen.

"Saya juga ingin menambahkan bahwa sejauh ini satu orang, seorang pria berusia akhir 20-an, telah didakwa dengan pembunuhan, dan akan muncul di Pengadilan Christchurch besok pagi (Sabtu). Tiga orang lainnya ditangkap. Kami percaya salah satu dari orang-orang yang bersenjata dan berada di lokasi kejadian mungkin tidak ada hubungannya dengan kejadian ini, dan dua orang lainnya yang telah ditangkap, lagi-lagi memiliki senjata api di lingkungan umum, kami berupaya memahami apa keterlibatan mereka, " tutur Bush, seperti yang dilaporkan The Guardian.

Lebih lanjut, kata Bush, pihaknya juga telah menemukan sejumlah senjata api dari kedua lokasi kejadian di Jalan Linwood dan Jalan Deans.

"Saya ingin meyakinkan semua orang di Selandia Baru bahwa polisi dan petugas keamanan lainnya beserta semua  lembaga pemerintahan serta tentara akan melakukan segala upaya semampu mereka untuk menjaga keamanan komunitas dan warga Selandia Baru," ujar Bush menambahkan.***

Bagikan: