Pikiran Rakyat
USD Jual 14.328,00 Beli 14.028,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Penembakan Massal di Brasil Tewaskan 8 Orang

Huminca Sinaga
KONDISI di lokasi penembakan.*/THE SUN
KONDISI di lokasi penembakan.*/THE SUN

SAO PAULO, (PR).- Delapan warga Brasil, lima diantaranya siswa sekolah menengah atas, tewas setelah setelah menjadi korban penembakan masal di SMA Raul Brasil. Dilansir The Guardian, Kamis, para pelaku langsung menembak diri mereka sendiri sesaat polisi tiba.

Petugas kepolisian berhasil mengidentifikasi identitas para pelaku, yakni Guilherme Taucci Monteiro (17) dan Luiz Henrique de Castro (25). Namun, polisi belum dapat menemukan motif dibalik penembakan kali ini.

Tragedi ini terjadi di SMA Raul Brasil, Suzano, Sao Paulo, pada Rabu pukul 9.30 pagi waktu setempat. Mereka melakukan penembakan pada jam istirahat sekolah.

“Saya sedang berada di kelas saat istirahat. Saya kira (suara) berasal dari bom. Saat saya menyadari itu suara tembakan, saya pun diam di sana. Saya keluar hanya setelah polisi tiba,” ungkap salah satu guru bernama Sandra Perez.

Kepala polisi setempat, Kolonel Marcelo Salles, menyebutkan bahwa pelaku melakukan penyerangan dengan membawa pistol revolver, busur silang, busur dan anak panah, serta sejumlah peledak palsu.

“Selama 34 tahun bertugas, saya belum pernah melihat (penyerangan) menggunakan busur silang. Hal ini sangat tidak terduga,” ungkapnya seperti yang dikutip The Guardian.

Salah satu siswa bernama Rosni Grotliwed (15) mengatakan bahwa para siswa sedang menikmati kudapan pagi saat mereka mendengar suara tembakan dan mulai melarikan diri.

“(Pelaku) mengejar kami dan mulai membunuh banyak orang. Mereka berteriak tapi saya tidak tahu apa yang terjadi,” ungkapnya pada G1 News.

Silmara de Moraes (54) yang bertugas menjadi penjaga kantin membantu 50 siswa untuk bersembunyi di dapur. “(Keadaan) sangat gawat karena banyak tembakan, sangat banyak tembakan, dan kepanikan,” ujarnya.

Menteri Keamanan São Paulo, Joao Pires de Campos,mengatakan bahwa kedua pelaku merupakan mantan siswa sekolah tersebut. Mereka membawa bom palsu untuk mengecoh petugas kepolisian.

Di hari yang sama, kedua pelaku menembak dan membunuh seorang pemilik tempat usaha cuci mobil. Mereka kemudian mencuri sebuah mobil sebelum akhirnya menuju ke sekolah.

UU kepemilikan senjata

Sebuah rekaman CCTV berhasil menangkap momen saat kedua pelaku keluar dari sebuah mobil berwarna putih dan memasuki kawasan sekolah. Para siswa yang ketakutan segera berhamburan keluar. Beberapa siswa kabur dengan melompati dinding sekolah sebelum akhirnya gerbang dibuka dan polisi tiba delapan menit setelah mendapat panggilan.

Kejadian ini membuat geger warga Brasil. Meski tingkat kriminalitas di negara tersebut cukup tinggi, kasus penembakan masal seperti ini sangatlah jarang terjadi.

“Ini merupakan kejadian paling menyedihkan yang pernah saya lihat di selama hidupku,” ungkap gubernur São Paulo, João Doria.

Melalui akun Twitter miliknya, menteri pendidikan Brasil, Ricardo Vélez Rodríguez, mengucapkan, “Anak-anak dan pemuda merupakan aset berharga suatu bangsa. Tidak terima melihat mereka mengalami kekerasan dalam bentuk apapun.”

Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang pernah berencana melonggarkan aturan kepemilikan senjata api mengucapkan belasungkawanya di Twitter. Menurutnya, insiden ini merupakan tindakan yang keji dan pengecut.“Semoga Tuhan memberi semua orang ketenangan dalam jiwa,” tulisnya.

Putranya, Flávio Bolsonaro, yang juga berkecimpung di politik menyalahkan peraturan undang-undang tahun 2003 yang mengatur pembelian dan kepemilikan senjata api sebagai penyebab dari kejadian ini. “Lagi-lagi terjadi tragedi yang menimpa anak-anak, dan sebuah bukti kegagalan undang-undang terkutuk itu,” tulisnya. 

Bolsonaro berjanji akan merombak undang-undang tersebut guna menjamin hak warga untuk melindungi diri. Januari lalu saja, dirinya mengeluarkan peraturan yang membuat warga Brasil lebih mudah memiliki senjata di rumah masing-masing.***

Bagikan: