Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Konglomerat Dubai Tertarik Investasi di Jabar

Noe Firman
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

DUBAI, (PR).- Sejumlah pengusaha Dubai tertarik untuk beinvestasi di Jawa Barat. Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Gubernur Ridwan Kamil di Dubai, Uni Emirat Arab, 13-14 Maret 2019, seperti dilaporkan Pemred "PR" Noe Firman dari Dubai, Kamis, 14 Maret 2019.

Salah seorang pengusaha tersebut adalah Mohammed MT Khoory, pimpinan Al Khoory Group, konglomerat terkemuka di Dubai. Dia menyatakan ketertarikannya untuk mengetahui lebih lanjut tentang Segitiga Rebana dan peluang-peluang bisinis lainnya di Jawa Barat.

"Sepanjang (prosesnya) mudah dan menjanjikan keuntungan, Khoory siap buka usaha," kata MT Khoory.

Pengusaha yang sudah banyak membantu pengembangan keagamaan dan pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk di indonesia, itu juga mendorong pemerintah Indonesia terus menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur, karena Jawa Barat punya potensi luar biasa untuk dikembangkan.

Hal yang sama juga dilontarkan para pengusaha yang, secara bergiliran, berdialog langsung dengan Gubernur Ridwan Kamil dalam sesi one on one meeting. Mereka, termasuk para petinggi dari perusagaan konglomerasi Kanoo Group  umumnya sangat antusias. Apalagi gubernur menyajikan data pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang positif dan pangsa pasar yang besar.

"Dengan pertumbuhan ekonomi Jabar sebesar 5,6%, peluang pengembangan usaha sangat terbuka," kata Ridwan Kamil.

Salah satu misi ekonomi Jawa Barat memang diorientasikan bagi penguatan investasi, dengan mengundang sebanyak mungkin pengusaha menanamkan modalnya. Namun, kata Ridwan Kamil, pemodal tidak akan berinvestasi tanpa ada jaminan keberlangsungan bisnis yang aman dan menguntungkan.

"Misi muhibah ini adalah salah satu upaya untuk langsung mengenalkan secara detail dan ngadagangkeun sseluruh potensi dan kondisi Jawa Barat, dan Indonesia pada umunnya, kepada sasaran yang dituju, yakni para pengusaha luar negeri. Dan, ternyata, efektif. Responsnya sangat positif, Jawa Barat adalah pintu masuk investasi ke Indonesia," kata gubernur.

Mengundang pebisnis untuk menanamkan modalnya di tanah air memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Perlu kerja keras yang berkelanjutan untuk meyakinkan mereka.

"Kuncinya adalah konsistensi kita dalam memfasilitasi upaya-upaya ke arah penciptaan iklim berusaha dan pengembangan usaha yang baik. Toh, pada akhirnya, jika ekonomi bergerak naik, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat," kata Ridwan Kamil.

Untuk mengawali dan mengkondisikan hubungan bisnis antara pebisnis Jawa Barat dengan pengusaha dari kasawan timur tengah dan afrika utara, Ridwan Kamil akan mengupayakan sebuah langkah kecil tapi kongkrit, yakni membuka kafe-kafe di beberapa kota yang dikunjungi.

Kafe itu akan menyajikan beragam olahan kopi unggulan dari seluruh Indonesia, terutama Jawa Barat. Kafe akan didesain dengan konsep yang sangat Jawa Barat atau Nusantara. Kafe itu juga akan menjadi etalase sekaligus tempat yang menarik untuk mengenalkan Jawa Barat dengan cara yang lebih kekinian.

"Kafe itu nantinya akan dikelola melalui pola kerjasama antara pengusaha jawa barat dengan pengusaha setempat. Saya berkeyakinan, diplomasi kopi ini bisa mengakselerasi upaya-upaya kita untuk membuka dan menangkap peluang bisnis yang lebih besar di kemudian hari, insyallah," kata Ridwan Kamil.***

Bagikan: