Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 18.4 ° C

Cinta Ditolak, Mantan Pacar Disemen Hidup-hidup

Huminca Sinaga
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR

SISILIA, (PR).- Para terduga pelaku pembunuhan dan wanita berusia 64 tahun ditangkap setelah ditemukannya tubuh pria di dinding semen. Dilansir laman The Guardian, seorang wanita berusia 64 tahun diduga menyewa empat kaki tangan mafia Sisilia untuk membunuh mantan kekasihnya yang telah mencuri perhiasannya.

Menurut polisi, para pembunuh yang berasal dari Sisilia, melaksanakan perintah sang wanita dengan menyemen lelaki tersebut saat masih hidup.

Korban yang bernama Lamaj Astrid, seorang warga negara Albania berusia 41 tahun, menghilang tanpa jejak pada tahun 2013. Enam tahun kemudian, sebuah investigasi di Sisilia oleh jaksa anti-mafia di provinsi Caltanissetta mengarah pada penemuan jenazah Lamaj yang tertutup di dalam sebuah pilar beton di sebuah vila di Senago, beberapa kilometer dari Monza.

Tubuh lelaki tersebut ditemukan pada bulan Januari ketika vila sedang direnovasi, tetapi pihak berwenang baru mengungkapkan berita ini pada akhir pekan lalu.

Keempat tersangka pembunuh, yang ditangkap di Sisilia, dihubungkan dengan keluarga mafia yang kuat dari Riesi, di Caltanissetta. Mereka dituduh membunuh dan menyembunyikan mayat. Setelah mengetahui tentang penemuan tubuh mantan kekasihnya, wanita tersebut dilaporkan berusaha melarikan diri melalui bandara Genoa, namun polisi berhasil menangkapnya sebelum dia bisa pergi.

Balas dendam

Menurut penyelidik, wanita itu tidak terima cintanya ditolak dan tidak memaafkan pria itu karena telah mencuri beberapa perhiasannya. Dia dilaporkan memutuskan untuk membalas dendam dengan menghubungi sekelompok pria yang dia kenal di Sisilia untuk mengatur pembunuhan. 

“Wanita itu memiliki kontak penting di mafia Riesi,” kata seorang komandan polisi kepada surat kabar La Republica. 

Seorang bos mafia kemudian menyetujui rencana pembunuhan tersebut. Para pembunuh bayaran Sisilia kemudian pergi ke Italia utara untuk melaksanakan perintah tersebut.

Tubuh pria tersebut diidentifikasi dari potongan-potongan pakaiannya yang ditemukan dari rongga pilar.

“Tindakan mendinding mayat merupakan praktik yang sangat umum dilakukan oleh mafia Sisilia,” kata Salvatore Lupo, seorang profesor sejarah kontemporer di Universitas Palermo dan seorang pakar terkenal dalam sejarah yang disebut Cosa Nostra di Italia.

“Ini adalah praktik yang sangat rasional karena jika mayat itu tidak ditemukan, penyelidikan polisi akan melambat,” ujar Lupo. 

“Namun dalam beberapa kasus, mafia menginginkan mayat tersebut ditemukan untuk mengirim sebuah pesan. Jika seorang korban berbicara dengan polisi tentang bisnis mereka, ia terbunuh dengan sebuah batu diletakkan di mulutnya. Jika sebaliknya korban mencuri uang atau terlalu rakus, para pembunuh akan menaruh uang kertas di alat kelaminnya,” tambahnya.

Pada tahun 2009, kerangka seorang pria ditemukan di sebuah gua di Rocca Busambra, dekat Corleone. Sebuah tes DNA dan penyelidikan panjang mengkonfirmasi bahwa mayat tersebut milik anggota serikat pekerja lokal Placido Rizzotto yang terbunuh oleh bos Corleone pada tahun 1948. Hingga saat ini, menurut para penyelidik, ada puluhan atau bahkan ratusan korban mafia yang mayatnya tidak pernah ditemukan.***

Bagikan: