Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya berawan, 21.9 ° C

Peneliti Berhasil Hidupkan Kembali Sel Gajah Purba

Huminca Sinaga
ILUSTRASI bayi mamut.*/YOUTUBE
ILUSTRASI bayi mamut.*/YOUTUBE

TOKYO, (PR).- Kelompok peneliti di Jepang berhasil menghidupkan kembali sel gajah purba atau mamut yang telah punah sejak 4.000 tahun yang lalu. Dilansir The Japan Times, Rabu 13 Maret 2019, temuan ini membuka kemungkinan untuk mengkloning mahkluk purba tersebut.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sejumlah peneliti yang berasal dari beberapa universitas di Jepang dan Rusia. Mereka menghabiskan 20 tahun untuk bisa membangkitan mamut yang telah lama punah.

Sel nukleus dalam penelitian ini berasal dari Yuka. Yuka merupakan fosil mamut betina berukuran 3,5 meter yang ditemukan di Siberia pada 2010 silam.

Dilansir news.com.au, peneliti dari Universitas Kindai mengatakan bahwa sel nukleus yang diambil dari fosil mamut berusia 28.000 tahun tersebut masih berfungsi dan menunjukan tanda-tanda kehidupan.

Saat ditempatkan di dalam sel telur tikus, lima dari 43 sel yang diteliti berkembang ke tahap awal pembelahan diri. Temuan itu pun dipublikasikan dalam British Journal Scientific Reports.

Sel nukleus mengandung DNA dan sel telur tikus terbukti dapat berfungsi untuk proses pemugaran sel. Peneliti percaya DNA mamut yang rusak akibat proses pembekuan bisa diperbaiki dan kembal berfungsi. 

Sayangya, sel nucleus yang mereka teliti berhenti berkembang dan tidak membelah diri seperti yang diharapkan.

“Sel nukleus Yuka ternyata jauh lebih rusak dari perkiraan kami, dan akan sulit untuk membangkitkan mamut saat ini,” ujar Kei Miyamoto, salah seorang dosen biologi perkembangan dari Universitas Kindai yang ikut serta dalam penelitian ini.

Jurassic Park

Miyamoto berpendapat bahwa banyak peneliti yang terlalu berfokus pada DNA fosil dan tidak memperhatikan apakah DNA tersebut masih dapat berfungsi. Menurutnya, penelitian ini membuktikan bahwa sel dapat kembali diaktifkan dan dibentuk ulang.

“Ada harapan, jika kita bisa mendapat sel yang lebih terpelihara,” tambahnya. Meski begitu, dirinya meragukan proses pengkloningan seperti dalam film “Jurassic Park” dapat terwujud.

Profesor Teruhiko Wakayama dari Universitas Yamanashi menambahkan bahwa penelitian ini merupakan “langkah awal dalam upaya membagkitkan hewan purba”.

“Saya berharap mereka dapat memastikan sejauh mana pemugaran DNA tersebut dan seberapa banyak aktivitas yang muncul,” pungkasnya.***

Bagikan: