Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Peneliti Belanda Temukan Informasi Tiongkok Kekurangan Wanita

Huminca Sinaga
FOTO ilustrasi wanita Tiongkok.*/THOMAS PETER/REUTERS
FOTO ilustrasi wanita Tiongkok.*/THOMAS PETER/REUTERS

BEIJING (PR).- Seorang peneliti asal Belanda menemukan memori singgahan berisikan informasi pribadi seperti nomor telefon, alamat, dan umur.

Dilansir  The Guardian, Selasa 12 Maret 2019, telah ditemukan sebuah basis data di Tiongkok yang berisikan informasi pribadi dari 1,8 juta wanita setempat. Menurut sang peneliti, data pribadi yang tertera di sana meliputi nomor telefon, alamat, dan sesuatu yang dilabeli “BreedReady” atau “Siap MemilikiAnak”.

Victor Gevers, peneliti dan ahli internet asal Belanda dari grup nirlaba GDI.Foundation, menemukan data memori singgahan yang tidak teramankan ketika sedang menelusuri basis data terbuka di RRC. Ia kemudian memposting beberapa tangkapan layar di Twitter pada Minggu pekan lalu. Berikut cuitan sang peneliti asal Belanda: 

“Di Tiongkok, terdapat kekurangan wanita. Jadi sebuah organisasi mulai mengumpulkan data dari 1,8 juta wanita dengan segala detil seperti nomor telepon, alamat, pendidikan, lokasi, nomor ID, status perkawinan, dan status ‘BreedReady (BR)’?

“Perempuan termuda yang terdaftar berumur 15 tahun. Perempuan termuda dengan status BreedReady: ”1” berumur 18 tahun. Umur rata-rata dalam data kira-kira sedikit di atas 32 tahun. Umur tertua dengan status BR:1 adalah 39 tahun dan untuk status BR:0 adalah 90 tahun. Mereka semua lajang [89%], cerai [10%], atau janda [1%]. Sekitar 82% tinggal di Beijing.

Data tersebut terdapat dalam server yang berada di Tiongkok, meliputi label-label yang tertulis dalam bahasa Inggris. Menurut pengamat, label “BreedReady” bisa jadi merupakan terjemahan yang kurang pas terkait istilah Mandarin yang berarti perempuan yang sudah memiliki anak atau sudah cukup usia untuk memiliki anak.***

Bagikan: