Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Amerika Minta Boeing Ubah Desain Max 8

Huminca Sinaga
LOGO Boeing di Bandara Jenewa, Swiss.*/REUTERS
LOGO Boeing di Bandara Jenewa, Swiss.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).-  Saat sejumlah negara, seperti Australia dan Singapura, melarang pengoperasian pesawat Boeing 737 Max, Amerika Serikat tak mengikuti langkah tersebut. 

Dilansir The Guardian, Selasa, 12 Maret 2019, regulator udara AS mengatakan bahwa Boeing 737 Max 8 masih layak terbang, tetapi desain pesawat harus diubah.

Seperti dilansir The Guardian, model pesawat baru tersebut telah mengalami dua kecelakaan fatal sejak Oktober 2018. Ini mengakibatkan, maskapai penerbangan yang menggunakan jet penumpang jarak pendek telah dibanjiri dengan pertanyaan dari penumpang yang khawatir insiden Lion Air dan Ethiopian Airlines akan kembali terulang.

Pengumuman soal perubahan desain itu dilontarkan ketika salah satu maskapai penerbangan terbesar Brasil, GOL, mengatakan akan menghentikan sementara tujuh jet Max 8-nya, dan Aeromexico juga turut menangguhkan penggunaan enam pesawat seri Max 8. 

Langkah serupa juga digemakan oleh Tiongkok, Cayman Airways dan maskapai Afrika Comair. Asosiasi Pilot Maskapai Argentina juga telah memerintahkan anggotanya untuk tidak menerbangkan seri Max. 

Otoritas GOL mengatakan bahwa mereka percaya pada Boeing dan pesawat Max 8-nya telah melakukan 2.933 penerbangan, total lebih dari 12.700 jam, dalam konisi aman dan efisien.

Sementara Badan Penerbangan Federal (FAA) AS mengatakan pihaknya berencana meminta perubahan desain oleh Boeing selambat-lambatnya April 2019. "Boeing sedang bekerja untuk menyelesaikan peningkatan sistem kontrol penerbangan, yang mengurangi ketergantungan pada prosedur yang terkait dengan item memori pilot yang diperlukan,” demikian pernyataan FAA.

FAA juga mengatakan Boeing berencana untuk memperbarui persyaratan pelatihan dan manual kru penerbangan untuk mengikuti perubahan desain ke sistem perlindungan otomatis yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System atau MCAS. Perubahan juga termasuk aktivasi MCAS dan peningkatan sudut gangguan.

FAA mengatakan dalam pemberitahuan bahwa laporan eksternal menarik kesamaan antara kecelakaan di Ethiopia dengan kecelakaan fatal sebelumnya di lepas pantai Indonesia yang menewaskan semua penumpang berjumlah 189 orang.***

Bagikan: