Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Polisi Malaysia Tangkap Terduga Teroris Asal Mesir dan Tunisia

Huminca Sinaga
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

KUALA LUMPUR, (PR).- Otoritas Malaysia mengungkap penangkapan sembilan terduga teroris di Lembah Kelang dan Sarawak pada tanggal 2 Februari hingga 9 Februari. Termasuk yang ditangkap itu adalah tujuh warga asing,  enam warga Mesir dan seorang asal Tunisia.

Seperti dilaporkan Channel News Asia 11 Maret 2019, setelah penangkapan 9 terduga teroris Februari lalu, kepolisian Malaysia meningkatkan kewaspadaannya terhadap teroris asing yang memasuki negara tersebut.

Inspektur Jenderal Kepolisian Mohd Fuzi Harun, dalam sebuah pernyataan,  mengatakan bahwa kepolisian melihat keberadaan teroris di Malaysia sebagai hal yang serius. Ia menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan badan-badan intelijen asing demi memberantas hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari sembilan terduga teroris yang ditangkap, dua dari antara mereka, pemuda Mesir berusia 21 tahun dan warga Tunisia berusia 22 tahun. Fuzi menyebutkan kedua orang ini  merupakan anggota Ansar Al Shariah Al Tunisia. Mereka memasuki Malaysia melalui dokumen perjalanan Suriah palsu.

Dengan basis di Afrika Utara, Ansar Am Shariah Al Tunisia telah terdaftar di PBB sebagai kelompok teroris internasional yang bertanggung jawab dalam perencanan serangan skala besar di beberapa negara.

Lima warga Mesir lainnya yang ditangkap oleh tim kepolisian Malaysia dari divisi antiterorisme adalah anggota Al Ikhwanul Muslimin yang di Mesir dianggap sebagai kelompok teroris.

Sementara itu, ketujuh warga asing tersebut telah dideportasi pada 5  Maret lalu dan dimasukan ke dalam blacklist pemerintah Malaysia.

Mohd Fuzi menjelaskan bahwa semenjak negara Islam dikalahkan di Suriah dan Irak, para pejuang asing mulai berdatangan ke Malaysia untuk menjadikannya sebagai tempat perlindungan, transit, dan pusat logistik dalam merencanakan serangan di negara ketiga.

Kepolisian Malaysia mengungkapkan beberapa metode umum yang digunakan oleh para teroris asing  untuk masuk dan beroperasi di Malaysia. Di antaranya menikahi warga lokal demi mendapatkan visa pasangan. Yang lainnya mengeksploitasi visa pelajar mereka atau mencoba untuk mendirikan bisnis di Malaysia.***

Bagikan: