Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Sedikit awan, 22.4 ° C

Indonesia Beri Pelatihan untuk Perempuan Palestina di Kamp Pengungsi

Huminca Sinaga
PELATIHAN untuk pengungsi Palestina.*/KBRI AMMAN
PELATIHAN untuk pengungsi Palestina.*/KBRI AMMAN

AMMAN, (PR).- Indonesia kembali mengimplementasikan komitmen dukungan kepada Palestina melalui Three-Year-Activity Plan yang disepakati pada gelaran The 3rd Conference on Cooperation of East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) di Bangkok, Thailand, Juni 2018 lalu.

Dalam konferensi di Bangkok tersebut, seperti disampaikan KBRI Amman lewat keterangan pers kepada Pikiran Rakyat, Minggu 10 Maret 2019, Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dalam kerangka The New Asian-African Partnership (NAASP) yang disepakati pada The 60th Anniversary of Asian African Commemoration Summit di Bandung, April 2015 lalu.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Amman telah menyelenggarakan kegiatan “International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugee Camp: Women Empowerment Program to Achieve SDGs” di Amman, Yordania, pada 4-8 Maret 2019.

Pelatihan yang dibuka oleh Menlu RI Retno Marsudi diikuti oleh 30 orang pengurus, relawan dan pemangku kepentingan lainnya dari beberapa lembaga/organisasi yang menangani pengungsi Palestina, yaitu  UNRWA Palestina, UNRWA Yordania, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), East Jerusalem Young Men Christian Association (YMCA), Al Thouri Silwan Women’s Centre, dan WAFAA Palestina.

Pelatihan yang ditujukan untuk memberdayaan perempuan di berbagai kamp pengungsi Palestina, baik yang bermukim di Tepi Barat dan Yordania, merupakan bagian dari upaya yang sejalan dengan semangat peringatan “Hari Perempuan Internasional”.

Tenaga ahli (fasilitator) untuk mengisi materi pelatihan ini berasal dari Global Entrepreunership Network (GEN) Indonesia yang berada di bawah Ciputra Foundation dan memiliki kemitraan dengan GEN Jordan dan Queen Rania Foundation di Yordania, sehingga diharapkan dapat membantu membuka akses bagi para pengungsi Palestina kepada lembaga pembiayaan dan pengembangan UMKM.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, Indonesia berupaya untuk membantu meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan keahlian yang memadai bagi pemangku kepentingan di Palestina guna mewujudkan kemandirian dalam membangun Negara Palestina. 

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari penuh. Para peserta mendapatkan materi tentang kewirausahaan, business mentorship – termasuk cara mengenal karakter dan memaksimalkan pemberdayaan warga binaan (mentee), serta pengembangan model bisnis skala kecil melalui business model canvas.

Pelatihan telah menghadirkan fasilitator tamu dari GEN Jordan, yaitu Dr. Abdelraheem Abu al  Basal yang telah memberi gambaran mengenai peluang-peluang bisnis bagi para pengungsi Palestina serta menawarkan bantuan kerja sama dalam pengembangan program bisnis bagi pengungsi Palestina. 

Kegiatan pelatihan secara resmi ditutup oleh Dubes RI Amman, Andy Rachmianto, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta, tenaga ahli, dan panitia penyelenggara serta mengharapkan para peserta dapat membagikan apa yang telah didapatkan kepada komunitas masing-masing. Dubes Andy juga mengharapkan GEN Indonesia dan GEN Jordan dapat terus berkolaborasi untuk mendukung pemberdayaan pengungsi Palestina, khususnya perempuan yang berada di kamp pengungsi.

Dubes Andy menegaskan kembali pernyataan Menlu Retno Marsudi bahwa pelatihan pemberdayaan perempuan yang didedikasikan Indonesia untuk para perempuan Palestina yang menjadi target pelatihan ini, merupakan bagian dari kampanye perempuan dan perdamaian.***

Bagikan: