Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 23.2 ° C

Gurugram, Kota Tercemar di Dunia

Huminca Sinaga
Polusi udara di New Delhi, India.*/REUTERS
Polusi udara di New Delhi, India.*/REUTERS

NEW DELHI, (PR).- India mendominasi peringkat kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Analisa Greenpeace menyebutkan bahwa 22 dari 30 kota paling tercemar di dunia terletak di India.

Hasil analisis mengenai polusi udara menemukan bahwa 64% dari 3.000 kota di dunia sudah tercermar melebihi batas pedoman WHO.

Dilansir The Guardian yang mengutip laporan terbaru Greenpeace, sebanyak 22 dari 30 kota paling tercemar di dunia berada di India, dengan Delhi sekali lagi menyandang gelar sebagai ibukota tercemar di dunia.

“Polusi udara telah mencuri mata pencaharian serta masa depan kita, akan tetapi kita bisa mengubahnya,” ujar Yeb Saño, direktur eksekutif Greenpeace Asia Tenggara.

“Kami ingin agar laporan ini membuat orang-orang memikirkan kembali mengenai udara yang kita semua hirup. Ketika kita memahami dampak kualitas udara pada kehidupan kita, maka kita akan bertindak demi melindungi hal terpenting dalam hidup kita.”

Analisis dari Greenpeace dan AirVisual mengenai polusi udara di 3.000 kota di seluruh dunia menunjukkan bahwa 64% dari kota-kota itu sudah melebihi batas yang ditentukan oleh pedoman tahunan dari WHO untuk materi partikel halus PM2.5 – partikel udara kecil, dengan ukuran sekitar 1/40 dari lebar sehelai rambut manusia. Partikel tersebut terkait dengan berbagai masalah kesehatan.

Setiap kota yang tingkat polusinya diukur di Timur Tengah dan Afrika sudah melebihi batas pedoman WHO. Begitu pula 99% kota di Asia Selatan dan 89% di Asia Timur. 

Laporan tersebut mengacu pada data kualitas udara tahun 2018 dari sumber-sumber pengawasan publik (public monitoring), seperti jaringan pemantauan pemerintah, dan dilengkapi oleh data tervalidasi dari pengamatan outdoor IQAir Airvisual yang dioperasikan oleh individu dan organisasi swasta.

Kota Gurugram di India merupakan kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia pada tahun 2018

Di dalam laporan tersebut, India mendominasi peringkat teratas. Pusat teknologi Gurugram, kota di barat-daya Delhi, yang sebelumnya dikenal sebagai Gurgaon, mendapat peringkat kota paling tercemar di dunia dengan rata-rata lebih dari 135 mikrogram dari PM2.5 per meter kubik (µg.m3) pertahunnya.

Kota ini merupakan tempat dimana perusahaan-perusahaan internasional termasuk Uber dan TripAdvisor menempatkan kantor pusatnya. Delhi sendiri meraih peringkat ke 11.

Kota Faisalabad di Pakistan meraih peringkat ketiga dengan 130 (µg.m3), dan kota Lahore di peringkat ke-10. Juga terdapat kota Dhaka di Bangadesh di peringkat ke-17.

Satu-satunya negara lain yang masuk dalam 30 besar adalah Tiongkok, yang muncul lima kali dalam daftar, termasuk kota Hotan di provinsi Xinjiang Barat (urutan ke-8) dan kota tua Kashgar yang terletak di Jalur Sutera (urutan ke-19).

Ibukota yang meraih peringkat tertinggi adalah Delhi (India), Dhaka (Banglades) dan Kabul (Afganistan). Saravejo, ibukota dari Bosnia, merupakan kota paling tercemar di Eropa dengan rata-rata 38.4 µg/m3 pertahunnya.

London meraih peringkat ke-48 dalam ibukota paling tercemar dengan 12,0 µg/m3 pertahun dan Washington DC di peringkat ke-56 dengan 9.2 µg/m3.

WHO memperkirakan bahwa secara global terdapat sekitar 7 juta orang meninggal secara prematur pertahunnya akibat kontak langsung dengan polusi udara. Bank Dunia juga menghitung bahwa terdapat 225 miliar dolar AS kerugian yang diderita ekonomi dunia akibat hilangnya tenaga kerja.***

Bagikan: