Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Indonesia Beri Bantuan Kemanusiaan Sejuta Dolar untuk Pengungsi Palestina

Yusuf Wijanarko
Palestina/REUTERS
Palestina/REUTERS

JAKARTA, (PR).- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Komisioner Jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) Pierre Kr henb hl menandatangani perjanjian kontribusi kemanusiaan Indonesia bagi pengungsi Palestina eks-Gazans di Jerash Camp, Jordania, Selasa 5 Maret 2019.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Rabu 6 Maret 2019, disebutkan bahwa kontribusi kemanusiaan Indonesia sebesar 1 juta dolar akan diberikan untuk membantu kebutuhan makanan dan kesehatan bagi pengungsi.

Dalam pertemuan dengan Komisioner Jenderal UNWRA, Retno Marsudi menyampaikan bahwa kontribusi Indonesia tersebut menunjukkan kebersamaan dan komitmen Indonesia untuk terus membantu rakyat Palestina.

Retno Marsudi menegaskan kembali bahwa isu Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia dan menjadi perhatian dan keprihatinan rakyat Indonesia.

Retno Marsudi juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi UNRWA dalam kegiatan "Solidarity Week for Palestine" yang diselenggarakan pemerintah dan masyarakat Indonesia di Bandung dan Jakarta bulan Oktober 2018.

Dalam acara tersebut, UNRWA telah melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia terkait penggalangan dana kemanusiaan bagi pengungsi Palestina.

Pada awal 2018, UNRWA menyampaikan informasi mengenai krisis pendanaan sebesar lebih dari 446 juta dolar. Tahun ini, kekurangan pendanaan UNWRA untuk kegiatan programnya mencapai sekira 211 juta dolar.

Indonesia akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina baik dalam bentuk bantuan keuangan maupun program peningkatan kapasitas.

Pelatihan bisnis bagi pengungsi Palestina

Retno Marsudi juga meluncurkan program pelatihan bisnis bagi para pengungsi Palestina di Amman, Jordania.

"Tanggal 8 Maret adalah Hari Perempuan Sedunia. Saya ingin mendedikasikan hari tersebut untuk perempuan Palestina, bagi peran mereka dalam perdamaian dan keamanan," kata Retno Marsudi.

Program peningkatan kapasitas bertajuk "International Training of Trainers on Business Planning for Women in Refugee Camps: Women Empowerment to Achieve Sustainable Development Goals" itu menegaskan kembali arti penting isu Palestina bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia, terutama dalam rangka pemberdayaan perempuan.

Retno Marsudi menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam pembangunan bangsa. "Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia, isu Palestina dan pemberdayaan perempuan sangat dekat di hati saya," ujar dia.***

Bagikan: