Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Youtube Berencana Nonaktifkan Kolom Komentar

Huminca Sinaga
Youtube.*/REUTERS
Youtube.*/REUTERS

SAN BRUNO, (PR).- Youtube berencana menonaktifkan kolom komentar untuk video yang menampilkan anak di bawah umur.

Seperti dilaporkan The Guardian dan Newsweek, Jumat, 1 Maret 2019, hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pemboikotan dari sejumlah pemasang iklan setelah terungkapnya sindikat pedofil pada platform tersebut.

Perusahaan tersebut berencana menonaktifkan komentar pada video yang menampilkan anak di bawah umur dan belia yang mungkin dapat memancing perilaku menyimpang.

Moderator otomatis

Youtube juga telah memprioritaskan sistem moderator otomatis terbaru mereka untuk melakukan pengecekan dan penghapusan komentar yang mengandung unsur pedofilia.

Ketentuan ini dibuat setelah seorang Youtuber bernama Matt Watson menemukan kelompok pedofil yang menggunakan situs web tersebut untuk mencari dan membagikan potongan video berisikan anak di bawah umur dalam kondisi tidak berbusana.

Kelompok tersebut biasanya mengomentari video anak yang sedang melakukan aktivitas seperti senam, dansa, ataupun gimnastik. Di kolom komentar, mereka juga sering membagikan keterangan di detik ke berapa bagian celana dalam anak dapat dilihat di video.

Pakai algoritma

Sindikat pedofil tersebut juga memanfaatkan algoritma Youtube. Setelah mereka menonton video yang mereka sukai, algoritma Youtube akan secara otomatis merekomendasikan video anak yang lain.

"Pedofil saling bertukar kontak media sosial dan membagikan pranala video pornografi anak di kolom komentar; mereka bertukar video unlisted (tidak publik) secara sembunyi-sembunyi, dan algoritma Youtube secara tidak langsung memfasilitasi aktivitas mereka,” ucap Watson seperti dilansir The Guardian.

Youtube berharap dapat menghentikan perilaku menyimpang melalui penonaktifan komentar pada semua video anak, kecuali untuk beberapa akun yang telah disetujui.

"Kami menyadari bahwa kolom komentar merupakan inti dari pengalaman menggunakan Youtube dan cara untuk dapat terhubung serta berkembang bersama penonton kalian. Pada saat yang bersamaan, langkah-langkah yang kami bagikan kali ini sangat penting untuk melindungi anak di bawah umur,” demikian isi artikel blog yang dikeluarkan Youtube.

Kiamat iklan?

Namun, upaya yang dilakukan oleh Youtube ini bukan tanpa kontroversi. Sejumlah Youtuber justru menuding Matt Watson mengangkat kontroversi tersebut hanya untuk mencari sensasi.

Tindakan Matt juga justru dapat menyebabkan ”Adpocalypse” (kiamat iklan) yakni keadaan ketika para perusahaan enggan mengiklankan produk mereka di Youtube.

Terungkapnya sindikat ini sendiri membuat beberapa perusahaan seperti Epic Game, Nestlé, dan Disney menarik iklan mereka dari laman tersebut. Pemboikotan sejumlah pengiklan menyebabkan YouTuber kehilangan pendapatan iklan dari video yang mereka buat.

Daniel ”Keem” Keemstar merupakan salah seorang YouTuber yang cukup sering mengkritik tindakan Matt Watson. Dia menyebutkan bahwa kontroversi ini buruk untuk seluruh komunitas Youtube dan ia tidak ingin ”Adpocalypse” terjadi lagi.

Di akun DramaAlert miliknya, Daniel mengungkapkan bahwa Matt Watson sendiri pernah melakukan tindakan pelecehan seperti mengajak gadis di pinggir jalan untuk membuat film dewasa. Hal tersebut terdapat di video yang diunggah oleh akun Youtube lama milik Matt bernama Totally Uncreative.

"Matt Watson itu penipu,” tutur Daniel di Twitter dan video yang diunggahnya.

”Ini bukan soal Youtube.... Ini soal Matt Watson yang mencoba menarik perhatian internet sebanyak mungkin,” ucapnya menambahkan.***

Bagikan: