Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Cerah berawan, 27.1 ° C

Suntikan Dana Publik Cegah Kematian Koran Lokal

Huminca Sinaga
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

LONDON, (PR).- Koran lokal di Inggris bisa saja menghilang jika pemerintah tidak membantu secara finansial. Berdasarkan kajian independen The Cairncross, tanpa adanya dukungan finansial dari pemerintah, industri media cetak di Inggris terancam kolaps. Akibatnya, untuk jangka panjang ini akan mengancam keberlangsungan sistem demokrasi.

Dilansir The Guardian, Rabu, 13 Februari 2019, tahun lalu Frances Cairncross ditunjuk pemerintah untuk mencari cara agar kualitas tinggi jurnalisme di Inggris dapat dipertahankan di masa depan.

Berdasarkan hasil kajian Frances Cairncross, pakar media tersebut menyarankan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait dominasi Facebook dan Google di pasar iklan. Dia juga merekomendasikan pengaturan baru untuk mengawasi hubungan antara penyalur berita dan perusahaan teknologi. 

Pasalnya, sebagian besar dari mereka ini telah mengambil keuntungan dari iklan yang selama ini menjadi pemasukan utama koran-koran cetak untuk membiayai peliputan.

Masih dari hasil kajiannya, Cairncross juga menyimpulkan bahwa banyak koran lokal yang penting untuk menjaga keberlangsungan demokrasi, ternyata dimiliki oleh perusahaan dengan utang besar. Mereka ini kerap memecat karyawan untuk mempertahankan profit.

Cairncross pun membuat perbandingan terkait bisnis yang gagal menembus pasar digital. Padahal para pelaku bisnis tersebut sempat dikenal sebagai perusahaan besar dan bonafid, di antaranya perusahaan ternama Kodak dan Blockbuster.

Dia menarik kesimpulan, bahwa prioritas utama untuk menyelamatkan masa depan koran lokal saat ini terletak pada peningkatan kualitas beritanya. 

Ilustrasi.*/CANVA

Solusi

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Cairncross memberikan sejumlah saran untuk menangani kasus tersebut.

Pertama, pendanaan langsung berita-berita yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak. Dalam hal ini, dana publik bisa dimanfaatkan untuk mendukung peliputan demokrasi lokal melalui lembaga baru yang terkait dengan berita-berita yang benar-benar mengandung kepentingan publik.

Kedua, dilakukannya penyelidikan oleh regulator terkait persaingan periklanan daring, yang akan merujuk pada dominasi Facebook dan Google.

Ketiga, pembaharuan kode etik antara penerbit dan perusahaan teknologi besar. Diawasi oleh para pengawas, yang akan memastikan perusahaan teknologi memperlakukan penerbit dengan adil.

Keempat, keringanan pajak untuk penerbit yang berinvestasi dalam jurnalisme yang mengutamakan kepentingan publik.

Lebih lanjut, Cairncross mengungkapkan, minimnya biaya operasional untuk para jurnalis lokal dapat memperlihatkan adanya krisis dalam demokrasi. Maka dari itu, dibutuhkan campur tangan dari dana publik untuk menanggulanginya.

“Pada akhirnya, tantangan terbesar yang mesti dihadapi oleh para jurnalis berita lokal adalah memenuhi tuntutan orang-orang di jaman revolusi digital ini.”

Ilustrasi.*/CANVA

Jumlah jurnalis menurun

Penjualan koran dan iklan cetak telah menurun sejak satu dekade terakhir. Pasalnya, para pembaca telah beralih ke media daring.

Namun demikian, ketika sejumlah perusahaan media cetak juga bertransfomasi ke media daring, mereka tetap sulit mendapatkan iklan digital. Ini disebabkan dominasi Facebook dan Google di iklan digital begitu besar.

Lewat penelitiannya, Cairncross juga melaporkan bahwa ada penurunan jumlah jurnalis yang sangat signifikan. Pada tahun 2007, jumlah jurnalis lokal di Inggris mencapai 23.000, tetapi saat ini (2019), jumlah mereka menyusut menjadi 17.000 jurnalis. Diperkirakan penurunan itu akan terus berlanjut.

Dalam upaya untuk memperbaiki masalah tersebut, Cairncross mengusulkan pendirian sebuah lembaga untuk berita lokal. Lembaga itulah yang nantinya mendistribusikan dana dari pemerintah dan sumber-sumber lain untuk mendukung peliputan berita-berita kepentingan publik.***

Bagikan: