Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Bos Tekstil Kabupaten Bandung Diduga Tewas Dimutilasi di Malaysia

Handri Handriansyah
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Pengusaha tekstil asal Kecamatan Rancamanyar, Kabupaten Bandung diduga menjadi korban pembunuhan dengan modus mutilasi di Malaysia. Dugaan muncul setelah pengusaha bernama Nuryanto (37) itu hilang kontak saat berada di Malaysia sejak 23 Januari 2019.

Menurut kuasa hukum Nuryanto, Hermawan, kliennya berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019. "Benar, Pak Nuryanto berangkat bersama rekan kerjanya, Ai Munawaroh (27)," ujarnya, Minggu 10 Februari 2019.

Hermawan mengatakan, Nuryanto berangkat untuk urusan bisnis rutin. Seperti biasa, Nuryanto sering berkunjung ke Malaysia untuk mengambil uang pembayaran barang dari rekan bisnisnya di sana.

"Beberapa hari setelah berangkat, Pak Nuryanto masih terus mengontak keluarga. Namun keluarga kemudian mulai kehilangan kontak Pak Nuryanto sejak 22 Januari 2019," kata Hermawan.

Keluarga, kata Hermawan, kemudian memeriksa data penumpang salah satu maskapai penerbangan yang digunakan Nuryanto untuk pergi-pulang Indonesia-Malaysia. Alasannya, setelah berangkat pada 17 Januari, bos PT Jaya Anugerah Tekstil itu seharusnya dijadwalkan terbang kembali ke Indonesia pada 23 Januari 2019.

"Hasil pengecekan pada 25 Januari, maskapai tersebut memastikan bahwa Pak Nuryanto tak menggunakan tiketnya dalam penerbangan 23 Januari. Saat pengecekan itulah kami juga mengetahui bahwa Pak Nuryanto ternyata berangkat bersama rekan kerjanya, Ai," tutur Hermawan.

Begitu pula data check in di hotel Bukit Bintang yang mencatat Nuryanto menginap pada 21-23 Januari. Pengelola hotel memastikan bahwa Nuryanto tidak sempat melakukan check out setelah keluar kamar pada 22 Januari.

Kabar pembunuhan menyebar

Hermawan mengatakan, keluarga Nuryanto kemudian dikagetkan dengan ramainya informasi di media sosial terkait temuan dua mayat korban mutilasi di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019.

Keluarga pun mengenali pakaian yang dikenakan korban. Menurut keluarga, pakaian itu mirip dengan pakaian yang dikenakan Nuryanto saat berangkat ke Malaysia.

Keluarga semakin yakin ketika tim kuasa hukum, pada 1 Februari, disusul adik Nuryanto 4 Februari berangkat ke Malaysia untuk memastikan.

"Hasilnya ada kecocokan antara ciri-ciri korban dalam rekaman CCTV hotel Bukit Bintang, tempat Pak Nuryanto menginap," ujarnya.

Selain itu, Hermawan menegaskan bahwa kepolisian Malaysia tidak mendapat laporan kehilangan dari warga setempat. Keluarga Nuryantolah satu-satunya yang membuat laporan kehilangan orang dengan ciri-ciri mirip korban mutilasi. Polisi setempat juga menemukan barang bukti telefon genggam persis seperti milik Nuryanto.

Meski demikian, Hermawan menegaskan bahwa keluarga belum bisa membawa pulang jenazah Nuryanto. Mereka harus menunggu kepastian identitas korban setelah otoritas setempat mengeluarkan hasil tes DNA dua pekan ke depan.***

Bagikan: