Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Eks Presiden Meksiko Terima Suap Raja Narkoba

Huminca Sinaga
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

NEW YORK, (PR).- Mantan Presiden Meksiko, Enrique Peña Nieto, disebut telah menerima suap sebesar 100 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,4 triliun dari gem­bong narkotika Joaquin ”El Chapo” Guzman.

Seperti dilaporkan BBC, klaim itu diungkapkan Alex ­Cifuentes di hadapan hakim peng­adilan Kota New York. Di per­sidangan tersebut, Alex meng­aku sebagi orang dekat Guzman selama bertahun-tahun.

Lebih lanjut, kata Alex, kesaksian soal uang suap untuk Nieto sudah pernah diutara­kannya kepada aparat pada 2016 lalu.

Guzman menjalani persi­dang­an di New York sejak November 2018 setelah dia di­ekstradisi dari Meksiko untuk meng­hadapi tu­duhan perdagangan kokain, heroin, dan narkotika lain.

Aparat AS menuduh pria ber­­usia 61 tahun itu sebagai sosok di balik kartel narkoba Sinaloa, yang menurut jaksa penuntut umum merupakan pemasok terbesar narkoba ke AS.

Negosiasi suap

Menurut sejumlah warta­wan di ruang pengadilan Brooklyn, Peña Nieto sempat meminta 250 juta dolar AS ke­pada Guzman sebelum akhir­nya menye­pakati 100 juta dolar AS.

Alex Cifuentes mengklaim pengantaran uang dilakukan di Kota Meksiko pada Oktober 2012 oleh salah seorang rekan Guzman.

Peña Nieto sendiri menjabat sebagai Presiden Meksiko pada periode 2012-2018. Semasa ber­­kuasa, Nieto sangat populer di dunia, khususnya di kalang­an kaum perempuan, karena dinilai sangat tampan. 

Menurut jaksa penuntut umum, Cifuentes yang merupakan gembong narkoba Ko­lombia menyebut dirinya sebagai ”tangan kanan” Guzman. 

Dia pernah bekerja sebagai sekretarisnya dan menghabis­kan dua tahun bersama Guzman bersembunyi dari aparat di pegunungan Meksiko.

El Chapo yang berarti ”si pendek”, ditahan di Meksiko pada 2013 dan belakangan ­di­ekstradisi ke Amerika Serikat. Dia meng­aku bersalah atas tuduhan perdagangan ­narkoba.

Sementara itu, Nieto belum menanggapi klaim Cifuentes. Namun, sebelumnya dia me­nolak tuduhan korupsi yang mengemuka dalam persidang­an yang dimulai sejak November 2018 lalu. 

Awalnya menolak ditahan di Amerika Serikat, kini gembong narkotika asal Meksiko Joa­quin ”El Chapo” Guzman justru meminta dirinya segera di­pin­dah ke penjara AS. Alasannya, layanan di penjara AS jauh lebih baik ketimbang penjara di negaranya sendiri. 

Seperti dilaporkan BBC, Jumat 4 Maret ­2016,  El Chapo mendesak peng­­acaranya untuk segera mempercepat ekstradisi diri­nya ke Amerika Serikat.  Padahal sebelumnya El Chapo sa­ngat menentang upaya peme­rintah Meksiko untuk meng­ekstradisinya ke AS tersebut. Untuk diketahui, El Chapo bu­kan hanya diburu di negaranya sendiri, melainkan juga di AS. Pasalnya, bisnis narkoba yang dijalani El Chapo juga melibatkan sejumlah kawasan di AS, khususnya di perbatasan AS dan Meksiko. 

Menurut El Chapo, dirinya ingin segera diekstradisi karena seorang narapidana mendapat perlakuan yang lebih baik di penjara AS. ***

Bagikan: