Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Umumnya berawan, 25.4 ° C

Gara-gara Drone, Penerbangan di Bandara Ini Ditunda

Fani Ferdiansyah
BANDARA Heathrow London Inggris.*/REUTERS
BANDARA Heathrow London Inggris.*/REUTERS

LONDON, (PR).- Penerbangan dari Bandara Heahtrow di London telah ditangguhkan sekitar satu jam pada Selasa 8 Januari 2019, setelah sebuah pesawat nirawak (drone) terlihat di sekitar bandara tersibuk di Eropa itu. Penampakan drone itu dikhawatirkan menimbulkan kekacauan seperti yang terjadi di bandara Gatwick bulan lalu dalam skala yang lebih besar.

"Kami sedang menangani penampakan drone di Heathrow," kata pihak bandara, seperti dilaporkan Kantor Berita Antara, Rabu 9 Januari 2019.

Otoritas bandara itu menyatakan, mereka menghentikan keberangkatan pesawat komersial, sebagai langkah pencegahan. Bandara dan pihak berwajib, melakukan penyelidikan terkait insiden penampakan done itu.

“Kami meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh keadaan ini," ucap otoritas bandara.

Sementara itu, Kepolisian Metropolitan London mengatakan menerima laporan tentang sebuah drone yang terlihat di dekat bandara sekitar pukul 17.05 GMT pada Selasa, dan melakukan penyelidikan bersama otoritas bandara. Disebutkan bahwa petugas polisi, termasuk di antara mereka yang melaporkan, melihat pesawat tak berawak itu dan melancarkan penyelidikan penuh atas pelanggaran hukum.

Laman pemberangkatan pesawat, mencatat penerbangan mulai lepas landas pada pukul 18.11 GMT. Kepada Reuters, seorang saksi mata yang berada di dalam sebuah pesawat di landasan pacu Heathrow, mengatakan sejumlah pesawat sedang menunggu izin untuk terbang dan kemudian diberi tahu bahwa mereka sudah bisa mulai bergerak.

ILUSTRASI drone pewsawat tanpa awak.*/REUTERS

Bandara tersibuk kedua di London, Gatwick, mendapat gangguan parah ketika sejumlah drone terlihat dalam tiga hari berturut-turut pada Desember. Gangguan itu menyebabkan seribu penerbangan ditunda atau dialihkan dan berdampak pada 140.000 penumpang.

Gangguan drone di Gatwick, yang sejauh ini merupakan kasus paling parah yang dialami sebuah bandara besar, menyingkap kerentanan yang harus diwaspadai oleh pasukan keamanan, perusahaan penerbangan dan operator bandara di seluruh dunia.

Tentara Inggris terpaksa menurunkan teknologi militer untuk berjaga-jaga di wilayah sekitar Gatwick, dan memastikan bahwa bandara tersebut cukup aman untuk diterbangi. Polisi mengatakan melakukan pencarian besar-besaran di Heathrow guna mencari sosok yang bertanggung jawab mengoperasikan drone tersebut.

"Kami menurunkan pasukan dan peralatan penting untuk memantau wilayah udara di Heathrow guna mendetiksi dengan cepat dan mencegah semua aktivitas drone tak berizin, sebagian merupakan pelajaran yang kami terima dari kasus Gatwick," kata komandan polisi Stuart Cundy.

Menteri Perhubungan Inggris Chris Grayling, mengatakan telah mendapat laporan dari Heathrow mengenai peristiwa drone tersebut. "Saya sudah berbicara dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan serta pihak militer untuk mengirimkan pasukan dan teknologi yang telah digunakan di Gatwick ke Heathrow secepat mungkin," kata Chris.***

Bagikan: