Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Presiden Minta Angkatan Bersenjata Siap Bertempur

Fani Ferdiansyah
Prajurit dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) dan Tentara India mengambil bagian dalam latihan militer bersama "Hand in Hand" di Chengdu, provinsi Sichuan, Cina 22 Desember 2018. Foto diambil 22 Desember 2018.*/REUTERS
Prajurit dari Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) dan Tentara India mengambil bagian dalam latihan militer bersama "Hand in Hand" di Chengdu, provinsi Sichuan, Cina 22 Desember 2018. Foto diambil 22 Desember 2018.*/REUTERS

SHANGHAI, (PR).- Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta angkatan bersenjatanya untuk meningkatkan kemampuan militer. Melansir Kantor Berita Antara, Sabtu 5 Januari 2019, Presiden Xi menyampaikan permintaan itu kepada jajaran tinggi militer, agar bersiap menghadapi peperangan.

Xi Jinping mengatakan, angkatan bersenjata Tiongkok harus memperkuat rasa keterdesakan dan melakukan apa saja yang dapat mereka perbuat untuk siap menghadapi peperangan. Tiongkok sangat ingin meningkatkan kemampuan angkatan bersenjatanya, di tengah-tengah perselisihan teritorial di Laut China Selatan, yang disusul meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait isu-isu mulai dari perdagangan hingga status Taiwan.

Kantor berita Tiongkok, Xinhua, menyebut Xi Jinping telah mengatakan dalam pertemuan itu, bahwa Tiongkok menghadapi peningkatan risiko dan tantangan. Menurut Xi, angkatan bersenjata harus bekerja untuk menjamin kebutuhan keamanan dan pembangunan.

Xi Jinping, yang juga ketua Komisi Militer Pusat, mengatakan angkatan bersenjata harus menyusun strategi bagi era baru dan mengambil tanggung jawab bagi persiapan dan melakukan peperangan. "Dunia menghadapi periode perubahan-perubahan besar yang tak pernah terlihat dalam satu abad, dan Tiongkok masih dalam periode penting peluang strategis bagi pembangunan," kata Presiden Xi Jinping.

Menurut dia, angkatan bersenjata perlu menanggapi dengan cepat atas kedaruratan, dan dapat meningkatkan kapabilitas operasi bersama mereka, serta memelihara tipe-tipe baru pasukan tempur.

Komentar-komentar Xi Jinping muncul setelah keterangannya pada Rabu 2 Januari 2019, bahwa Tiongkok masih siap menggunakan kekuatan untuk mencapai "reunifikasi" dengan Taiwan dan mencegah kemerdekaan pulau itu.

Pidato Xi tentang Taiwan terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani “the Asia Reassurance Initiative Act” menjadi undang-undang, menegaskan kembali komitmen AS kepada keamanan pulau itu.

Pada Rabu itu, Presiden Tiongkok tersebut menyatakan, tak seorangpun dapat mengubah fakta bahwa Taiwan adalah bagian Tiongkok, dan rakyat di kedua sisi dari Selat Taiwan hendaknya mengusahakan "reunifikasi". Xi membuat komentar itu dalam pidato mengenai ulang tahun ke-40 pernyataan kebijakan kunci, yang akhirnya mengarah kepada cairnya hubungan dengan pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu.***

Bagikan: