Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Langit umumnya cerah, 16.3 ° C

Sinyal Kim Jong Un untuk Donald Trump

Fani Ferdiansyah
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un berpose untuk foto di Pyongyang pada 1 Januari 2019 foto ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara.*/REUTERS
PEMIMPIN Korea Utara Kim Jong Un berpose untuk foto di Pyongyang pada 1 Januari 2019 foto ini dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Ada maksud dalam perkataan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terkait denuklirisasi. Para analis mengatakan, pesan Kim Jong Un itu merupakan sinyal yang jelas, bahwa Korut bertanggung jawab dan bersedia tetap dalam pembicaraan dengan AS dan Seoul, tetapi dengan persyaratannya sendiri.

Melansir Reuters, Kamis 3 Januari 2019, Donald Trump menyatakan kemungkinan dirinya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Hal itu diutarakan Donald Trump usai menerima surat dari Kim Jong Un pada Rabu 2 Januari 2019.

Pertemuan dengan Kim Jong Un tersebut merupakan bagian dari upaya AS untuk melucuti program senjata nuklir Korut. Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Donald Trump membela negosiasi dengan Kim Jong Un dan menegaskan tidak akan terburu-buru soal penghapusan senjata nuklir tersebut.

"Aku tidak terburu-buru. Saya tidak perlu terburu-buru. Yang saya tahu adalah tidak ada roket, tidak ada pengujian, ” kata Donald Trump, merujuk pada uji coba nuklir dan rudal Korea Utara yang telah dihentikan sejak paruh kedua 2017.

Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyaksikan liputan pidato Tahun Baru Kim di Layanan Penyiaran Publik A.S. "Mereka mengatakan bahwa dalam pidato Ketua Kim dia benar-benar ingin berkumpul, dia ingin melakukan denuklearisasi dan banyak hal baik terjadi," ujar dia.

Ia pun menyatakan bahwa pemerintahannya dan Korut telah menjalin hubungan yang sangat baik. "Kami mungkin sekarang akan memiliki pertemuan lain. Dia ingin bertemu, saya ingin bertemu," ucap Donald Trump.

PRESIDEN AS Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hotel Capella di pulau Sentosa di Singapura 12 Juni 2018.

Dalam pidato Tahun Baru yang disiarkan secara nasional pada Selasa, 1 Januari 2019, Kim Jong Un mengatakan bahwa dia siap untuk bertemu lagi dengan Presiden AS Donald Trump kapan saja. Akan tetapi ia memperingatkan, bahwa dia mungkin akan mengambil jalan lain, jika sanksi dan tekanan AS terhadap Korut terus berlanjut.

Kim Jong Un mengatakan denuklirisasi adalah niatnya. Pemimpin besar Korut itu juga memastikan, pernyataan terkait pembuatan serta pengujian senjata nuklir atau menggunakan dan memperbanyak sudah disampaikan di dalam dan luar negeri.

Perkataan Kim Jong Un inilah yang memicu keraguan, apakah Korut memang bermaksud menyerahkan program senjata nuklirnya? Padahal, selama ini Pyongyang telah menganggap penting program tersebut untuk keamanan nasional Korut.

Beberapa waktu lalu, Kim Jong Un bersumpah untuk berjalan menuju denuklirisasi Semenanjung Korea, yaitu ketika ia bertemu dengan Donald Trump pertama kalinya pada pertemuan puncak di Singapura pada Juni 2018. Namun pertemuan itu hanya menghasilkan sedikit kemajuan nyata.***

 

Bagikan: