Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Cerah berawan, 27 ° C

Tsunami di Selat Sunda, Turki Sampaikan Belasungkawa

Fani Ferdiansyah
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan.*/REUTERS
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan.*/REUTERS

ANKARA, (PR).- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu 23 Desember 2018 menyampaikan belasungkawa kepada Indonesia, terkait bencana tsunami di Selat Sunda. Mewakili rakyat Turki, Recep Tayyip Erdogan menyatakan keprihatinannya atas terjangan tsunami di wilayah Banten serta Lampung, yang banyak merenggut korban jiwa pada Sabtu 22 Desember 2018 malam.

"Atas nama rakyat Turki, saya dengan ini menyampaikan belasungkawa kepada semua rakyat Indonesia," kata Recep Tayyip Erdogan, sebagaimana dilansir Kantor Berita Antara dari Kantor Berita Anadolu.

Orang nomor satu di Turki itu menyampaikan rasa belasungkawa terhadap peristiwa tsunami di Indonesia dalam pertemuan Sidang Umum Keuangan 2018, Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri (DEIK) di Istanbul.

Tak kurang dari 222 orang meninggal dan ratusan orang lagi cedera ketika tsunami yang diduga dipicu oleh letusan gunung berapi, menerjang Selat Sunda pada Sabtu malam, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jumlah korban jiwa dikhawatirkan bertambah.

“Sebab belum semua korban di daerah yang terdampak tsunami telah tercatat,” kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, dalam cuitnya di twitter.

Indonesia berada di dalam Ring of Fire Samudra Pasifik, tempat lempengan tektonik bertemu dan sering mengakibatkan kegiatan vulkanik serta seismik. Pada September lalu, gempa bumi dengan kekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang Pulau Sulawesi, dan memicu tsunami dengan ketinggian sampai tiga meter yang menerjang Kota Donggala dan Palu sehingga menewaskan lebih dari 2.000 orang.

Pada 26 Desember 2004, gempa dengan bekuatan 9,1 Skala Richter mengguncang pantai timur Sumatera, sehingga memicu tsunami yang menewaskan sebanyak 230.000 orang. Selain Indonesia, Tsunami tersebut juga menerjang pantai Sri Lanka, India, Malaysia dan Thailand.

Media asing

Peristiwa di Selat Sunda tersebut menjadi headline sejumlah media asing. AFP menggambarkan peristiwa tsunami di Selat Sunda dalam artikel yang berjudul 222 dead as volcano-triggered tsunami hits Indonesia.

Selain menyoroti ratusan korban tewas dan terluka, kantor berita Perancis ini menyebut tsunami merusak ratusan bangunan. Bencana tsunami pun diliput media Inggris, Reuters.

Reuters memfokuskan peristiwa tsunami dalam acara family gathering yang digelar PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tersapunya para personil grup Band Seventeen saat manggung, diceritakan dengan detail berikut gambaran teriakan para korban.

Tidak hanya itu, Reuters pun menulis bahwa gitaris, bassis, kru, serta manajer Band Seventeen meninggal dunia akibat tsunami itu.***

 

 

Bagikan: