Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Bank Sentral AS Naikan Suku Bunga Jangka Pendek Sebesar 25 Basis Poin

Fani Ferdiansyah
GEDUNG The Fed di New York.*/REUTERS
GEDUNG The Fed di New York.*/REUTERS

WASHINGTON, (PR).- Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu 19 Desember 2018 menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin. Kenaikan suku bunga jangka pendek itu mengisyaratkan laju kenaikan yang lebih lambat di tahun depan, karena ekonomi AS diperkirakan akan mendingin.

"Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan kisaran target suku bunga acuan, fed fund rate (FFR), menjadi 2,25 hingga 2,50 persen," kata The Fed dalam pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari, seperti ditulis Kantor Berita Antara, Kamis 20 Desember 2018.

Hal itu menandai kenaikan suku bunga The Fed keempat kali tahun ini, dan langkah kesembilan sejak akhir 2015, ketika bank sentral bergerak maju di jalur normalisasi kebijakan moneter. The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS telah "terus menguat" dan kegiatan ekonomi telah "naik pada tingkat yang kuat", sejak pertemuan kebijakan terakhir pada November.

Sementara pertumbuhan investasi tetap bisnis telah "moderat" dari langkah cepat di awal tahun. Proyeksi ekonomi terbaru The Fed yang dirilis Rabu itu menyebut, pejabat-pejabat The Fed memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh sebesar 3,0 persen tahun ini, sedikit lebih rendah daripada estimasi 3,1 persen pada September.

Para pejabat The Fed, kata rilis tersebut, juga merevisi perkiraan mereka untuk pertumbuhan ekonomi AS pada 2019 menjadi 2,3 persen dari estimasi sebelumnya sebesar 2,5 persen. Dengan pelambatan yang diperkirakan dalam ekonomi AS, pejabat-pejabat The Fed memperkirakan dua kali kenaikan suku bunga pada tahun depan, turun dari estimasi tiga kali kenaikan pada September, menurut perkiraan median untuk tingkat suku bunga fed fund.

"Meskipun memiliki latar belakang ekonomi yang kuat dan ekspektasi kami untuk pertumbuhan yang sehat, kami telah melihat perkembangan yang mungkin menandakan beberapa pelemahan, relatif terhadap apa yang kami perkirakan beberapa bulan lalu," kata Ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers, Rabu.

"Ini lebih mungkin bahwa ekonomi akan tumbuh dengan cara yang akan menyerukan dua kenaikan suku bunga selama tahun depan," kata Powell, sambil menambahkan inflasi hangat memberi The Fed kemampuan untuk "bersabar", dalam melangkah maju pada kenaikan suku bunga.

Tetapi Powell juga menekankan bahwa keputusan kebijakan The Fed bukan karena penyesuaian saja. "Ada tingkat ketidakpastian yang cukup tinggi tentang jalur dan tujuan peningkatan (suku bunga) lebih lanjut," katanya.

Pertemuan The Fed datang setelah Presiden AS Donald Trump mendesak bank sentral menahan diri untuk menaikan suku bunga lebih lanjut, mengutip gejolak pasar baru-baru ini.

"Rasakan pasar, jangan hanya pergi dengan angka-angka yang tidak berarti," kata Trump pada Selasa 18 Desember 2018 pagi.

Ketika ditanya tentang bagaimana ia memandang pasar, Powell mengatakan bahwa para pejabat The Fed akan mencari perubahan-perubahan material dalam kondisi-kondisi keuangan karena volatilitas pasar tidak selalu menghasilkan dampak ekonomi besar.

"Kami mengikuti pasar dengan sangat hati-hati tetapi ingat, dari sudut pandang ekonomi makro, tidak ada satu pun pasar yang menjadi indikator tunggal yang dominan," ujar Powell.***

 

 

Bagikan: