Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.9 ° C

Kasus Malnutrisi Tinggi, Status Gizi 18.000 Anak di Asia Tenggara Diteliti

Gita Pratiwi (error)

BANDUNG, (PR).- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia segera ambil bagian dalam studi terhadap 18.000 anak di Asia Tenggara terkait status gizi mereka. Selain di Indonesia, studi serupa juga dilakukan di Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Untuk anak Indonesia, FKUI menggandeng FrieslandCampina dalam pelaksanaan Southeast Asia Nutrition Survey II (Seanuts II) ini. Targetnya, pada 2021 hasil studi dapat digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah, dan mendukung kebijakan pemerintah.

Dalam rilis yang diterima PR, Kamis 29 November 2018, informasi yang akan dikumpulkan antara lain data - data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun. Akibat tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini, studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. Seperti diketahui, protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

“Seanuts pertama mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda,“ kata Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K), Guru Besar  Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia. Rini yang juga Ketua Tim Riset Seanuts II Indonesia menjelaskan,  gizi ganda ialah kekurangan dan kelebihan gizi. 

Gizi yang baik adalah faktor penting untuk pertumbuhan, kesehatan, dan perkembangan anak. Demikian ditambahkan Roel van Neerbos, President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina.

"Kita bisa melihat bahwa banyak anak - anak di dunia mengalami ketidakseimbangan konsumsi makanan yang mengakibatkan over or undernutrition. Selama bertahun-tahun, Frisian Flag di Indonesia sebagai bagian dari FrieslandCampina telah bekerja bersama dengan Pemerintah, LSM, dan berbagai organisasi profesi kesehatan untuk mendidik dan menginspirasi keluarga untuk mengadopsi gaya hidup sehat. Studi ini akan memberi kita informasi menyeluruh mengenai kesenjangan status gizi anak, sebagai dasar pengembangan inovasi produk susu serta program gaya hidup sehat yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang mereka,“ ujar Roel van Neerbos.***

 

 

 

Bagikan: